Arsip

Pembubaran Film Pesta Babi Tanpa Kewenangan Picu Sorotan

Produser Eksekutif film Pesta Babi, Arie Rompas. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Produser Eksekutif film Pesta Babi, Arie Rompas, menegaskan seluruh tim produksi menyadari situasi yang berkembang setelah film tersebut viral dan memicu perdebatan publik. Ia menyebut kondisi itu bahkan memunculkan reaksi dari sejumlah pihak yang merasa terganggu.

Arie menjelaskan, produser film, termasuk Dandi dan Pamit Sipri Dale, telah menyampaikan sikap terkait dinamika yang muncul di tengah masyarakat. Ia menyoroti maraknya pembubaran pemutaran film di berbagai tempat yang dilakukan oleh pihak tanpa kewenangan.

“Kami melihat akhir-akhir ini film ini banyak dibubarkan di banyak tempat. Bahkan yang membubarkan itu pihak yang tidak memiliki kewenangan,” ujar Arie.

Menurut Arie, tindakan tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap isi film. Ia menilai rasa takut itu mendorong pihak tertentu mengambil langkah dengan menekan pihak yang dianggap paling lemah.

“Ada sesuatu yang ditakutkan dari film ini. Dari ketakutan itu, mereka merespons dengan memilih orang-orang yang paling lemah untuk diintervensi,” tegasnya.

Arie menyebut nama Mama Yasinta sebagai salah satu pihak yang kemungkinan mengalami tekanan. Meski begitu, ia berharap setiap keputusan yang diambil Mama Yasinta lahir dari kesadaran pribadi tanpa paksaan.

“Kami berharap keputusan Mama Yasinta merupakan keputusan sadar tanpa intimidasi dari pihak yang merasa terganggu,” katanya.

Ia juga mengakui tim produksi belum berhasil menghubungi Mama Yasinta untuk memperoleh klarifikasi terkait situasi yang terjadi. Arie menegaskan film tersebut membawa dampak besar, terutama dalam mendorong perubahan kesadaran publik dan sikap narasumber yang terlibat.

Arie mengingatkan, jika tekanan terhadap narasumber benar terjadi, situasi itu justru akan memicu reaksi keras dari masyarakat.

“Kalau ada intimidasi terhadap narasumber, itu akan menambah kemarahan publik. Itu merupakan perlakuan yang lebih barbar jika terjadi hanya karena film ini,” pungkasnya.

Lihat Juga: