Arsip

Kades di Sintang Ancam Tak Kibarkan Bendera

Kepala Desa Baung Sengatap, Muryadi menyerahkan aspirasi warga kepada Bupati Sintang, terkait konflik lahan dengan perusahaan. Foto: ruai.tv

SINTANG, RUAI.TV – Ratusan warga Desa Baung Sengatap, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, menyatakan ultimatum keras tidak akan mengibarkan bendera Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas berlarutnya konflik lahan perkebunan antara masyarakat setempat dengan perusahaan kelapa sawit PT SNIP.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Baung Sengatap, Muryadi, usai menggelar audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Sintang, Selasa (04/08/2026) sore. 

Menurutnya, aksi mogok mengibarkan bendera ini merupakan wujud kekecewaan mendalam sekaligus desakan agar pemerintah daerah segera mengambil keputusan konkret yang berpihak pada hak-hak masyarakat.

“Jika tidak ada kepastian mengenai langkah penyelesaian persoalan yang dihadapi warga, ini menjadi bentuk kekecewaan dan desakan agar Pemerintah Kabupaten Sintang segera mengambil keputusan yang lebih berpihak kepada masyarakat,” ujar Muryadi. 

Meski melayangkan ultimatum yang cukup ekstrem, ia tetap berharap ada langkah penyelesaian yang nyata dari pemerintah daerah dalam waktu dekat.

Menanggapi tuntutan dan ancaman dari warga tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang menyatakan tetap membuka ruang komunikasi guna mencari solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak. 

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan, menyampaikan aspirasi dan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang sah.

Meski demikian, Bupati mengimbau agar masyarakat tidak melibatkan simbol-simbol negara dalam konflik korporasi ini. Ia meminta agar nilai penghormatan terhadap identitas kebangsaan tetap dijaga demi persatuan.

“Kami meminta seluruh pihak mengedepankan dialog dengan semangat kebangsaan,” tegas Gregorius Herkulanus Bala.

Konflik agraria yang melibatkan warga Desa Baung Sengatap dan pihak perusahaan ini kini menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten Sintang untuk segera meredam situasi sebelum perayaan hari kemerdekaan tiba. (red/ts/tio)