PONTIANAK, RUAI.TV – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memanggil pihak Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyusul antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terus terjadi dalam sepekan terakhir di sejumlah SPBU.
Pertemuan berlangsung pada Jumat (20/3) pagi sebagai respons atas keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam pertemuan bersama Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Norsan menerima penjelasan terkait kondisi stok BBM. Pihak Pertamina memastikan ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax masih aman dengan total stok mencapai 3.000 kiloliter.
Meski begitu, Norsan menilai persoalan utama bukan sekadar stok, melainkan pengawasan distribusi di lapangan. Ia juga meminta semua SPBU yang belum operasi untuk dioperasikan.
“Kami minta aparat kepolisian ikut mengawasi distribusi BBM. Jangan sampai ada penyalahgunaan yang memicu antrean panjang seperti sekarang,” tegas Norsan.
Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Isfahani, menegaskan komitmen untuk memperketat pelayanan di SPBU. Ia memastikan petugas tidak melayani pengisian menggunakan jerigen atau kendaraan tanpa surat rekomendasi resmi.
“Kami sudah instruksikan seluruh SPBU agar tidak melayani pembelian menggunakan jerigen atau truk tanpa dokumen resmi. Langkah ini untuk menjaga distribusi tetap tepat sasaran,” ujar Isfahani.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan antrean masih terjadi. Sejumlah warga mengaku harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM. Salah satu warga, Abi Royadi, mengungkapkan pengalaman antre panjang di SPBU Jalan MT Haryono.
“Saya mulai antre jam delapan pagi, baru dapat sekitar jam setengah dua belas siang. Kondisi ini cukup menyulitkan aktivitas kami,” keluh Abi.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan distribusi BBM. Masyarakat berharap langkah tegas pemerintah dan Pertamina segera mampu mengurai antrean yang terus berulang, terutama menjelang momentum mudik Lebaran.















Leave a Reply