Arsip

50 Persen, Kenaikkan Harga Sayuran di Flamboyan

Pedagang melayani pembeli cabai di Pasar Flamboyan, Kota Pontianak. Foto: ruai.tv/Dwi Ariyantari

PONTIANAK, RUAI.TV  — Beberapa hari terakhir, sejumlah komoditas pangan di Pasar Flamboyan Pontianak mengalami kenaikan harga. Satu di antara komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai. Harganya kini mencapai Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp 70 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai membuat pendapatan pedagang cabai menurun. Kondisi ini terjadi karena jumlah pembeli ikut berkurang. Pedagang cabai Ana berharap pasokan cabai yang datang lebih banyak dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga jumlah pembeli kembali meningkat.

Pedagang cabai lainnya Min menyebutkan bahwa pasokan cabai yang dijualnya berasal dari kabupaten Sambas, kabupaten Sekadau, serta Pulau Jawa.

Advertisement

“Modal ikut tinggi sehingga susah jualnya karena pembeli yang semakin sepi,” kata pedagang cabai, Min, dijumpai ruai.tv di Pasar Flamboyan, Kamis, (17/09/2026).

Baca juga: 

10 Hektar Lahan di Bukit Pendamar Sandai Terbakar

Kenaikan harga juga berdampak pada pembeli yang menggunakan cabai untuk kebutuhan usaha. Yongki, satu di antara pembeli cabai untuk warung bakso, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan seperti biasanya, akibat kenaikan harga. 

Dia menyebut harga cabai yang melonjak membuatnya tidak dapat membeli dalam jumlah banyak dan memilih mengurangi pembelian. Dia berharap harga cabai segera kembali normal agar masyarakat dapat membeli cabai tanpa harus mengurangi jumlah pembelian.

“Biasanya saya beli satu sampai empat kilo, sekarang udah ndak mampu lagi,” kata Yongki.

Baca juga: 

Detik-detik Heli Chinook Jepang Jatuhkan Bom Air di Kalimantan

Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah sayuran, seperti pakcoy. Pedagang sayur, Irham, mengatakan harga sayuran hijau seperti sawi dan kangkung rata-rata mengalami kenaikan lebih dari 50 persen. 

“Sayuran jenis pakcoy harga normalnya kalau tidak musim kemarau kisaran Rp 8 ribu sampai Rp10 ribu. Sekarang karena musim kemarau tidak ada air untuk irigasi, harganya sekarang jadi Rp 25 ribu,” kata pedagang sayur lainnya, Irham.

Dia juga menyebut, pasokan sayur yang dijualnya berasal dari wilayah Pontianak Utara. Irham berharap pemerintah memperbaiki dan menambah fasilitas irigasi pengairan serta memperbanyak budidaya hidroponik untuk menjaga ketersediaan pasokan sayur. (red/cm/da)

Advertisement