Arsip

KSP CU Keling Kumang Siapkan Guru dan Dosen Jadi Fasilitator Pendidikan Gen Z  

Guru SMK Keling Kumang, dosen dan civitas akademika Institut Teknologi Keling Kumang mengikuti Training of Trainers. (Foto/Humas CUKK)

SEKADAU, RUAI.TV – KSP CU Keling Kumang menyiapkan guru SMK Keling Kumang serta dosen dan civitas akademika Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) sebagai fasilitator Pendidikan Gen Z melalui Training of Trainers (TOT) Pendidikan Anggota.

Program tersebut menjadi langkah awal KSP CU Keling Kumang untuk memperkuat pendidikan perkoperasian bagi generasi muda, khususnya siswa dan mahasiswa yang sebagian besar berasal dari kelompok Generasi Z.

Melalui TOT ini, para guru dan dosen memperoleh pembekalan agar mampu mengenalkan koperasi bukan sekadar sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai gerakan yang memiliki sejarah, nilai, jati diri, ideologi, semangat kebersamaan, serta cita-cita untuk membangun kesejahteraan bersama.

Advertisement

CEO KSP CU Keling Kumang, Hilarius Gimawan, membuka kegiatan TOT sekaligus menekankan pentingnya peran tenaga pendidik dalam menyampaikan nilai-nilai gerakan kepada generasi muda.

“Guru dan dosen bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi fasilitator yang menjembatani nilai-nilai gerakan dengan kehidupan generasi muda. Karena itu, cara menyampaikan Pendidikan Gen Z harus menarik, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Hilarius.

TOT bagi guru SMK Keling Kumang berlangsung pada 4–5 September 2026, bertempat di Aula Rumah Bersama Taman Kelampiau, Sekadau. Selanjutnya, TOT bagi dosen dan civitas akademika ITKK berlangsung pada 6–7 September 2026.

Munaldus, penggagas, pendiri, sekaligus penasihat Gerakan Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang, menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut.

Peserta mendapat penguatan mengenai sejarah, doktrin, ideologi, nilai, dan jati diri Gerakan Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang. Materi juga mencakup teknik fasilitasi dengan pendekatan pendidikan orang dewasa atau andragogi.

Para peserta tidak hanya mempelajari materi secara teoritis. Mereka juga berlatih menyampaikan materi serta menyusun bahan Pendidikan Gen Z sesuai karakter siswa dan mahasiswa.

Guru SMK Keling Kumang, dosen dan civitas akademika Institut Teknologi Keling Kumang mengikuti Training of Trainers. (Foto/Humas CUKK)

Pendekatan tersebut bertujuan agar pendidikan anggota mampu menjawab kehidupan dan tantangan generasi muda. Peserta juga memperoleh ruang untuk mengembangkan metode penyampaian yang lebih komunikatif sehingga nilai-nilai koperasi mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari proses TOT, peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). Rencana tersebut menjadi acuan bagi guru, dosen, dan civitas akademika untuk menjalankan Pendidikan Gen Z secara terarah dan berkelanjutan pada lingkungan SMK Keling Kumang dan ITKK.

Kepala Departemen MPR-MED (Marketing, Public Relations, and Member Education) KSP CU Keling Kumang, Hermanus TR, mengatakan TOT memiliki tujuan utama menyiapkan fasilitator internal yang memiliki pemahaman yang sama mengenai arah pendidikan anggota dan keberlanjutan gerakan.

“TOT ini kami arahkan untuk menyiapkan fasilitator internal yang mampu membawa Pendidikan Gen Z lebih dekat dengan kehidupan siswa dan mahasiswa. Mereka perlu memahami koperasi sebagai sebuah gerakan, bukan hanya sebagai lembaga ekonomi,” ujar Hermanus.

Menurut Hermanus, keberadaan fasilitator internal menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan Pendidikan Gen Z. Guru dan dosen memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan siswa dan mahasiswa dalam lingkungan pendidikan.

Program Pendidikan Gen Z selanjutnya menjadi salah satu bagian dari upaya regenerasi Gerakan Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang.

Melalui pendidikan tersebut, generasi muda memperoleh pemahaman mengenai nilai kebersamaan, solidaritas, kemandirian, dan tanggung jawab untuk membangun kesejahteraan bersama.

KSP CU Keling Kumang berharap para fasilitator hasil TOT mampu menumbuhkan pemahaman sekaligus rasa memiliki terhadap gerakan koperasi pada kalangan siswa dan mahasiswa.

Dengan penguatan peran guru, dosen, dan civitas akademika sebagai fasilitator, Pendidikan Gen Z dapat berjalan secara sistematis serta menjadi bagian dari proses menyiapkan generasi penerus Gerakan Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang. (rls/dig/bob/ts)

 

Advertisement