Arsip

Cuaca Pontianak 17 Agustus 2026, Cek Polusi PM2.5 dan Prediksi Hujan

Suasana berkabut asap di kawasan Jl Setia Budi, Kota Pontianak, Senin (17/08/2026) pagi sekitar pukul 06.50 WIB. Foto: ruai.tv/hep

PONTIANAK, RUAI.TV – Kabut asap mewarnai suasana pagi di Kota Pontianak, 17 Agustus 2026. Sekitar pukul 06.30, di tengah arus lalu lintas warga “mengejar” jadwal upacara, kepekatan kabut terasa memerihkan mata dengan aroma sisa tumbuhan terbakar. 

Para ASN yang bekerja di bawah Pemerintah Kota Pontianak, bergegas menuju lapangan PSP. Di lapangan ini, Upacara Bendera memperingati detik-detik Proklamasi diselenggarakan. 

Kondisi langit Kota Pontianak terpantau kabur akibat kabut asap lintas wilayah. Penelusuran ruai.tv pada Analisis dan Prospek Cuaca yang dirilis BMKG Kalbar (diperbarui berkala untuk periode pekan ini), Kota Pontianak mencatatkan 0 titik api (nihil hotspot). 

Advertisement

Namun, kota ini menerima kiriman polusi pekat akibat kebakaran lahan gambut di wilayah kabupaten sekitar. 

Kualitas Udara PM2.5 

Dari data visualisasi grafik harian Beta Attenuation Monitoring pada sistem Air Quality Monitoring System (AQMS) milik BMKG Kalbar kualitas udara yang terus diperbarui per jam, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di sekitar wilayah aglomerasi Pontianak berfluktuasi tajam.

Baca juga: 

Apa Arti PM2.5? Debu Karhutla Tak Bisa Disaring Bulu Hidung Manusia!

Indikator kualitas udara menunjukkan level Sedang hingga Tidak Sehat. Lonjakan partikel polutan pekat ini paling sering terdeteksi pada malam hingga menjelang pagi hari akibat pergerakan udara permukaan yang lambat. 

Warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk acara Agustusan diimbau tetap mengenakan masker medis untuk melindungi saluran pernapasan dari risiko ISPA.

Baca juga: 

Krisis Air Bersih di Sekadau: Kemarau dan Dugaan Pencemaran Sungai akibat PETI Perparah Kondisi Warga

Peringkat Hotspot di Kalbar 

Dari rilis peta sebaran sensor satelit (VIIRS dan MODIS) yang dipublikasikan melalui Info Instagram BMKG Kalbar, terjawab mengapa Kota Pontianak yang nihil hotspot tetapi berkabut pekat pagi ini. Data rekapitulasi 24 jam terakhir yang divalidasi BMKG, akumulasi titik panas atau hotspot di Kalbar didominasi wilayah berikut:

  • Peringkat 1: Kabupaten Sanggau – Terbaca meluas dengan 724 titik panas
  • Peringkat 2: Kabupaten Ketapang – Terdeteksi sebanyak 681 titik panas
  • Peringkat 3: Kabupaten Landak – Terbaca sebanyak 394 titik panas
  • Peringkat 4: Kabupaten Kapuas Hulu – Terdeteksi 307 titik panas
  • Peringkat 5: Kabupaten Kubu Raya (KKR) – Menyumbang 132 titik panas di area lahan gambut perbatasan.

Asap dari ribuan titik api luar kota tersebut bertiup ke arah Kota Pontianak karena dorongan pergerakan angin kencang di ketinggian 3.000 kaki yang stabil mengarah dari Tenggara menuju Selatan dengan kecepatan mencapai 20–25 knot. 

Peluang Hujan

Rilis dokumen prospek cuaca harian dari Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio untuk 17 Agustus 2026 menunjukkan adanya pasokan uap air lokal. Kota Pontianak hari ini diproyeksikan memiliki peluang hujan dengan intensitas ringan.

Meskipun wilayah sebarannya diprediksi belum merata dan bersifat lokal (terutama pada siang hingga sore hari), potensi hujan ini sangat berarti, seandainya terjadi. Sebab, hujan diharapkan mampu meluruhkan konsentrasi partikel PM2.5 dan mengurai kepekatan kabut asap di atmosfer kota. (red/hep)

Advertisement