Ada Homestay di Kampung Wisata Tepian Kapuas Pontianak

homestay di pontianak
Sebagian dari kawasan Kampung Melayu di Gg Kuantan, Kelurahan Benua Melayu Darat. Foto: Kominfo/ruai.tv
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV –  Berwisata menginap di homestay sambil menikmati suasana kampung di tepian Sungai Kapuas? Merasakan ritme kehidupan khas warga pinggiran kota? Tak sulit, karena di Kota Pontianak, kesempatan seperti ini sudah tersedia.

Kampung Melayu di Gg Kuantan, Kelurahan Benua Melayu Darah (BML) di Kecamatan Pontianak Selatan, menawarkan wisata khas ini. Pelancong bisa menginap di homestay yang sudah warga sediakan.

Cukup membayar Rp 90 ribuan, sudah dapat sarapan untuk satu malam menginap. Setelahnya, pegunjung bisa mulai menikmati derap keseharian warga, melihat budayanya, serta keindahan yang ada.

Advertisement

Baca juga: Ini Dia, Ikon Baru Pariwisata Pontianak

Apa yang pengunjung bisa nikmati di tempat ini? Selain sudah ada homestay, pelancong bisa menikmati olahraga air seperti mengayuh perahu kano, mengunjungi Rumah Batik Kalengkang, dan berburu aneka kuliner.

Khusus dalam suasana hari raya, seperti Idul Fitri, festival meriam karbit pun digelar. Pelancong bisa ikut menyalakan meriam legendaris ini.

“Uniknya, warga kampung sendiri yang melakukan inisiasi untuk semua ini. Kesadaran wisata dari masyarakat setempat membuat pelancong memilih untuk datang kembali,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Jumat (08/07/2022).

Baca juga: Kampung Wisata di Pontianak Ini Masuk 50 Besar Destinasi Nasional

Edi mengunjungi tempat itu untuk meninjau persiapan penyambutan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Menteri Sandiaga terjadwal akan melihat-lihat kampung wisata ini, bagian dari penilaian kompetisi tingkat nasional.

Homestay di Pontianak

Adanya homestay di tempat ini, mempermudah para pelancong. Sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga yang menyediakannya. Wali Kota pun melihat-lihat sejenak, ruangan kamar yang warga sediakan sebagai homestay. Meski sederhana, namun syarat kebersihan terpenuhi.

Selain itu, Edi bersama warga menyusuri gang-gang kecil di area perkampungan itu. Mereka sambil membersihkan sampah dan menanam pohon. Dia juga menebar bibit ikan ke Sungai Kapuas.

Baca juga: Bidan Desa Susuri Sungai Krio untuk Vaksinasi Warga

“Saya melihat kegiatan ekonomi di kampung ini semakin produktif, karena warga memanfaatkan kearifan lokal. Seperti mengolah makanan berbahan dari ikan, menenun batik corak insang, serta kreativitas lainnya,” tutur Edi.

Lurah BML, Lestari, mengatakan, kelurahan menjalin kerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Melayu. Adanya dukungan Pokdarwis ini, kawasan wisata tersebut mulai menemukan bentuknya.

Saat ini kampung itu menjadi satu di antara 50 destinasi wisata nasional, yang saat ini menjalani penilaian Anugerah Desa Wisata. Kendatangan Menteri Sandiaga nantinya termasuk dalam proses penilaian itu.

Baca juga: Wisata Baru Kampung Nelayan di Tepian Sungai Kapuas, Cek di Sini

“Nanti rencananya Pak Menteri akan nyucul meriam (menyalakan meriam karbit) juga di sini. Kami sudah siapkan beberapa agenda, seperti wisata budaya,” kata Lestari.

Dia menyebut, kalangan ibu-ibu pun terlibat aktif, dengan membuat karya berupa kain batik. Memanfaatkan adanya Rumah Batik di tempat itu, untuk semakin mengasah keterampilan. (*/SVE)

Advertisement