Kabur dan Tabrak Kaca, Pasien COVID-19 di Sintang Meninggal

Serpihan pintu kaca ruang rawat yang ditabrak pasien di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang. Foto: DOK/ruai.tv

SINTANG, RUAI.TV – Seorang pasien COVID-19 nekat kabur dari ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade Muhammad Djoen, Kabupaten Sintang. Laki-laki itu kemudian menabrak kaca pintu, sehingga mengakibatkan pendarahan.

Baca juga: 32 Titik Penyekatan Polda Kalbar, Cek Lokasinya di Sini

Peristiwa ini terjadi Selasa (04/05/2021) malam. Pasien itu pun sempat mendapatkan perawatan akibat lukanya. Namun selang enam jam setelah peristiwa itu, pasien tersebut akhirnya meninggal dunia.

Pasien itu diduga mengalami tekanan psikologis, karena telah menjalani perawatan cukup lama akibat keluhan sesak nafas dan demam.

Baca juga: Satu Pekerja PETI di Jungkong Tewas

Direktur RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang, Rosa Trifina, Rabu (06/05/2021) menjelaskan, satu hari sebelum kejadian itu, pasien tersebut sudah mengalami kondisi perburukan. Kondisi yang berupa demam dan sesak nafas, kemudian gaduh dan gelisah.

“Sekitar pukul 20.30 WIB, perawat melapor bahwa pasien tersebut keadannya masih gaduh gelisah, dan perawat meminta kepada dokter untuk melakukan terapi,” kata Rosa.

Baca juga: Gubernur Kalbar dan Bupati Sambas “Bertengkar” di Media Sosial

Saat masih berada di ruang perawatan, pasien ini melepas selang oksigen. Dia berusaha kabur dari ruang perawatan.

Karena mendapati pintu ruang perawatan tidak bisa dibuka, pasien itu berusaha mencari jalan pintas. Dia menabrakkan tubuhnya ke kaca pintu, sehingga mengalami pendarahan.

Baca juga: Wanita Tani di Sekadau Sokong Ekonomi Keluarga

Rosa menduga, kaburnya pasien itu akibat stress karena sudah terlalu lama dirawat namun tak kunjung sembuh. Dia dirawat dengan keluhan sesak nafas dan demam. (RED)