Tugu Jam Sekadau Dibangun Setelah Ritual Tolak Bala

Tugu Jam Sekadau dibangun
Ritual tolak bala di lokasi pembangunan Tugu Jam Sekadau. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

SEKADAU, RUAI.TV – Tugu Jam Sekadau memantik pro kontra di tengah masyarakat baru-baru ini. Penyebabnya karena adanya tindak pembongkaran oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau terhadap tugu ini.

Pembongkaran itu sendiri sebagai tahap awal rehabilitasi. Pemerintah kabupaten berencana membangun kembali objek di pusat kota ini dan menata ulang.

Namun, kalangan masyarakat menilai, Tugu Jam Sekadau memiliki nilai sejarah. Nilai ini yang sayang sekali jika harus hilang, seiring pembongkaran terhadap objek tersebut.

Advertisement

Baca juga: Tugu Jam Sekadau Dibongkar, Begini Sejarahnya

Pro kontra membuat pendapat masyarakat terbelah. Ada yang setuju penataan ulang dengan alasan menghilangkan kekumuhan kota.

Banyak pula yang menyayangkan, karena “tugu legend” ini sudah menjadi ciri khas Sekadau sejak lama. Sejak Sekadau masih menyatu dengan Kabupaten Sanggau, puluhan tahun lalu. Kritik atas pembongkaran sempat dalam bentuk aksi demonstrasi.

Tugu Jam Sekadau berada di pusat Kota Sekadau, yakni Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Silang pendapat yang terjadi akhirnya sepakat untuk berakhir, dengan menggelar ritual tolak bala.

Baca juga: Harga Sawit Terbaru di Kalbar Periode Kedua Juli 2022

Ritual tola bala berlangsungJumat (05/08/2022) di lokasi tugu. Tolak bala menurut adat Melayu dan Dayak, sekaligus terangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan rehabilitasi tugu.

Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, mengatakan, setelah melewati berbagai pembahasan, keputusan untuk pembangunan rehabilitasi tugu tetap berlanjut. Dia berharap, proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan tidak mendapatkan halangan.

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sekadau, Syafi’i Yanto, mengatakan, dengan ritual ini jangan lagi ada polemik di tengah masyarakat. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Welbertus Willy, juga melontarkan harapan yang sama.

Baca juga: Desa Sungai Ringin Jadi Kampung Awas Pemilu

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Heri Handoko, menegaskan, proses pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Mereka masih mempertimbangkan adanya perpanjangan waktu pekerjaan, tergantung kondisi lapangan.

Untuk bentuk bangunan, masih mengadopsi beberapa bagian bangunan tugu lama. Tetapi akan ada beberapa tambahan, seperti pada bagian sirip. Begitu juga dengan ketinggian tugu yang lebih dari enam meter. (RED)

Advertisement