14 Persen Target Penurunan Angka Stunting di Sekadau

stunting di Sekadau
Rembuk kabupaten di Sekadau memerangi kasus stunting pada anak. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

SEKADAU, RUAI.TV – Kasus stunting di Kabupaten Sekadau terbilang masih tinggi. Saat ini tercatat, angka stunding di Sekadau berkisar 26 persen.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita atau usia di bawah lima tahun. Di antara penyebabnya, kekurangan gizi kronis dan kondisi lingkungan hidup tidak bersih.

Kondisi gizi sebenarnya harus sudah menjadi perhatian ketika janin masih dalam kandungan. Kemudian lingkungan rumah tempat tinggal harus dalam kondisi ideal kebersihannya, sehingga terhindar dari berbagai macam bibit penyakit.

Advertisement

Baca juga: Harga Sawit Terbaru di Kalbar Periode Kedua Juli 2022

Umumnya kondisi stunting pada anak baru nampak setelah menjangkau usia dua tahun. Anak dengan kondisi stunting cenderung bertubuh lebih pendek dan kurang sehat.

Pemerintah Kabupaten Ssekadau, menggelar rembuk kabupaten untuk menyikapi kasus stunting ini. Bupati Sekadau, Aron, menegaskan, penanganan stunting merupakah tugas bersama antara pemerintah dengan masyarakat.

Itu sebabnya, rembuk kabupaten ini melibatkan kalangan masyarakat, seperti tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh. Dan tentunya, warga masyarakat biasa hingga aparatur tingkat desa yang langsung menyentuh masyarakat.

Baca juga: Setelah Tugu Jam, Ini yang Akan Ditata di Sekadau

“Rebuk kabupaten ini menghadirkan berbagai narasumber yang berbagi pengetahuan. Masyarakat yang mengikutinya bisa berbagi pengetahuan itu sehingga kita semua bisa ikut serta menurunkan angka stunting,” kata Aron.

Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, mengatakan, upaya penurunan nangka stunting harus melalui gerakan masif. Semua pihak harus berkontribusi karena ini pekerjaan bersama.

Baca juga: Tugu Jam Sekadau Dibangun Setelah Ritual Tolak Bala

“Tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan tetapi juga pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Selain masalah gizi, kita harus mendorong agar masyarakat menjadikan lingkungan hidup bersih,” papar Subandrio.

Dia menyebut, pemerintah kabupaten menargetkan penurunan angka stunding 14 persen pada 2024 mendatang. Peserta rembuk kabupaten meneken kesepakatan bersama untuk memerangi stunting di Sekadau. (RED)

Advertisement