Tanpa Festival, Tradisi Meriam Karbit Tetap Berlangsung

Dokumentasi sebelum pandemi: permainan meriam karbit di pinggir Sungai Kapuas. Foto: courtesy Prokopim Kota Pontianak.

PONTIANAK, RUAI.TV – Tradisi meriam karbit sudah sangat lekat bagi masyarakat Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Setiap menjelang Idul Fitri, dentumannya menggelegar dari spot-spot di kedua sisi pinggiran Sungai Kapuas.

Tahun ini, Wali Kota Pontianak meniadakan Festival Meriam Karbit, karena suasana masih diwarnai pandemi. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya, anomo masyarakat termasuk turis, sangat tinggi menyaksikan permainan ini.

Lihat juga: VIDEO: Ritual Adat Ngudas Sebelum Bangun Irigasi Persawahan

Meski begitu, Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, tetap mengizinkan permainan meriam karbit skala kecil. Sejumlah komunitas juga mempersiapkan beberapa pucuk meriam berbahan kayu.

Edi mengatakan, permainan meriam karbit telah menjadi warisan budaya tak benda, sehingga harus tetap dilestarikan.

Satu di komunitas itu ada di Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur. Uji coba permainan meriam di tempat ini, dilakukan Sabtu (8/5) malam.

Baca juga: Naik Helikopter ke Nanga Mahap, Kapolda Tekankan Hal Ini

Menjelang hari raya Lebaran yang tinggal menghitung hari, suara demtuman meriam sudah mulai menggelegar.