Arsip

Penerapan Smart City, Pontianak Maksimalkan IT untuk Pelayanan Publik

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima cenderamata dari Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA). Foto: courtesy Prokopim Kota Pontianak
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian dari memaksimalkan pelayanan publik. Bentuknya berupa pengadaan berbagai aplikasi untuk semakin mempermudah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melayani masyarakat.

Baca juga: Perkara Narkoba Dominasi Persidangan di PN Sintang

Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, saat menjadi narasumber webinar nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA) di Ruang Pontive Center, Kamis (22/o4/2021), mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak telah sejak lama menerapkan konsep smart city dalam tata kelola pemerintahan.

Advertisement

Baca juga: Rp 1 Triliun, Kerugian Akibat Mafia Tanah Libatkan Kades dan Pegawai BPN

“Pemanfaatan jaringan berbasis IT dengan menyediakan aplikasi-aplikasi, baik aplikasi yang sudah kami buat ataupun yang kami kembangkan sendiri di masing-masing OPD yang bertugas melayani masyarakat,” kata Edi.

Baca juga: 53,657 Kg Sabu dari Perbatasan dan Bandara Supadio Dimusnahkan

Selain memaksimalkan IT untuk keperluan pemerintahan dan pelayanan publik, dia juga menyinggung tentang adanya Kampung Digital Gradasi di tepian Sungai Kapuas yang terletak di Gg H Mursyid, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, yang dia canangkan baru-baru ini.

Baca juga: Pemilik Cafe di Ketapang Berdebat dengan Satgas COVID-19

Edi berpendapat, keberadaan kampung digital bisa memajukan aktivitas yang berkaitan dengan ekonomi kreatif. Kampung Digital Gradasi bisa memberi manfaat penunjang dalam kegiatan perekonomian.

Baca juga: Terima Rp 227 Juta dari PETI, Anggota BPD Inggis Jadi Tersangka

Ia berharap kampung digital ini bisa berkontribusi dalam memberikan pelatihan-pelatihan mengenai cara mendapatkan informasi, bertukar informasi termasuk produktivitas yang bisa dilakukan.

“Hal ini sejalan dengan upaya program smart city di Pontianak,” ungkapnya.

Baca juga: Kapolda Kalbar Ingatkan PPKM Mikro Sudah Berlaku di Kalbar

Meskipun di tahun ini proyek baru terkait smart city belum ada, pemerintah kota fokus pada meningkatkan kualitas jaringan yang ada maupun optimalisasi aplikasi marketplace yang dimiliki sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga: 12 Kasus Prostitusi di Landak, Pelaku Didenda Rp 1 Juta

“Hampir sebagian besar OPD ada aplikasi, bahkan satu OPD bisa lebih dari lima atau 10 aplikasi sesuai masing-masing bidang,” ujarnya. (*/SVE)

Advertisement