Kalbar Terima Predikat Terbaik Penanganan Karhutla

Kondisi kabut asap yang mulai terasa di Jl Sultan Hamid II, Kota Pontianak, Jumat (26/02/2021) pukul 22.30 WIB. Foto: HEP/ruai.tv

PONTIANAK, RUAI.TV – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meraih penghargaan dari pemerintah pusat sebagai daerah terbaik dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menko Polhukam, Mahfud MD saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) penanganan Karhutla yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, Senin (22/2/2021) di Istana Negara.

Lihat juga: VIDEO: Imbauan Kapolres dan Dandim di Kubu Raya tentang Karhutla

Penghargaan predikat terbaik diterima Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Hadir juga saat itu Kapolda Kalbar, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto dan Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

“Alhamdulillah sejauh ini Kalbar mendapatkan predikat terbaik dalam penanganan karhutla,” tulis Ria Norsan di akun Facebooknya.

Baca juga: Waduh, Titik Api Hanya Berjarak 15 Meter dari Gedung Sekolah

Dia menulis, predikat yang diraih ini berkat kerjasama yang baik dari semua pihak dalam pengendalian dan pencegahan Karhutla. Ia menjelaskan, kasus Karhutla akan dipantau langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan tindakan tegas bagi oknum nakal atau perusahaan yang melanggar.

“Kami harap sinergi ini semakin diperkuat, sebelum api terbakar mari kita saling mengingatkan untuk mengelola lahan dengan baik dan terukur. Terlebih di saat kemarau seperti sekarang ini, kondisi lahan dan hutan terutama gambut sangat rawan terbakar,” harapnya.

Baca juga: Dua Pekan Tak Hujan, 10 Hektare Lahan Terbakar di Ketapang

Penghargaan yang diraih Pemprov Kalbar atas keberhasilan mengendalikan karhutla ini berbanding terbalik dengan kondisi udara akibat kabut asap yang terjadi saat ini di Kota Pontianak sebagai Ibukota Provinsi Kalbar.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Sabtu, 27 Februari 2021 pukul 05.00 Wib, kualitas udara di Kota Pontianak berada diangka 229 PM atau dengan kualitas udara sangat tidak sehat, dengan kelembaban 93 persen dan suhu 23,7 derajat celcius.

Baca juga: VIDEO: Mahasiswa Pertanyakan Penangananan Karhutla

Tingkat kualitas udara tersebut dapat meningkat resiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Gubernur Kalbar, Sutarmidji menangapi kualitas udara yang sangat tidak sehat itu.

Menurut Sutarmidji, sangat tidak sehatnya udara di Kota Pontianak ini diakibatkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kota Pontianak dan Kubu Raya yang menimbulkan kabut asap.

“Kubu Raya dan kota,” kata Sutarmidji singkat saat di konfirmasi melalui pesan WA, Sabtu (27/02/2021) pagi. (TS)