Bertambah 39, Kasus Covid-19 Kalbar Tembus 5.605 per 23 Maret

Ilustrasi: unsplash.com

PONTIANAK, RUAI.TV – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson merilis perkembangan Covid-19 Kalimantan Barat per Selasa (23/03/2021). Berdasarkan rilis tersebut, kasus Covid-19 Kalimantan Barat bertambah 39 orang.

Kasus baru itu tersebar di Kota Pontianak 5 orang, Kota Singkawang 3 orang, Kabupaten Mempawah 6 orang, Kubu Raya 1 orang, Ketapang 2 orang, Bengkayang 2 orang, Sambas 4 orang, Kapuas Hulu 2 orang, Sintang 8 orang dan Landak 6 orang.

Baca juga: 80 Persen Narkoba Dikendalikan dari Lapas

Sementara untuk kasus sembuh berjumlah 53 orang dengan rincian Kota Pontianak 11 orang, Singkawang 3 orang, Kabupaten Mempawah 1 orang, Kubu Raya 4 orang, Sanggau 1 orang, Kapuas Hulu 3 orang, Sintang 19 orang dan Landak 11 orang.

Penambahan 39 kasus baru membuat total kasus konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Barat menjadi 5.605 orang. Dari jumlah itu, 678 orang merupakan kasus aktif atau dalam perawatan, 678 orang sembuh atau 87,30 persen, sedangkan 34 orang meninggal dunia.

Baca juga: Empat Kelurahan di Pontianak Siap Canangkan Bersih Narkoba

Untuk kategori risiko kenaikan kasus Kabupaten/Kota per Senin (21/03/2021) di 10 Kabupaten/Kota yaitu Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Sanggau, Kubu Raya, Bengkayang, Sekadau, Melawi, Ketapang, Kayong Utara dan Kapuas Hulu masuk dalam zona risiko sedang atau kuning.

Dan Kota Pontianak, Kabupaten Sintang, Mempawah dan Landak masuk dalam zona kategori sedang atau oranye.

Baca juga: Bela Pemelihara Satwa Langka, Warga Demo Polsek Nanga Mahap

Untuk terus menekan penyebaran Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson meminta kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten/Kota untuk benar-benar memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan satu di antaranya di setiap kegiatan pariwisata.

Baca juga: Dua Rumah Hangus Terbakar di Dusun Sungai Arak

“Jangan sampai nanti terjadi kerumunan, pengunjung tidak menggunakan masker, tidak bisa menjaga jarak dan tidak disediakan tempat mencuci tangan, sehingga akan menyebabkan adanya klaster baru dari event-event pariwisata yang diselenggarakan baik oleh pemerintah kota maupun kabupaten yang ada di Kalbar ini,” ujar Harisson.

Baca juga: Tim PAS Temui Kapolres dan Bawaslu Sekadau

Harisson menegaskan, penerapan protokol kesehatan sangat penting, untuk menekan laju penularan Covid-19 di Kalbar. Karena itu ia meminta, agar hal ini menjadi perhatian serius semua pihak. (RAY)