Empat Kelurahan di Pontianak Siap Canangkan Bersih Narkoba

Ilustrasi: unsplash.com

PONTIANAK, RUAI.TV – Empat kelurahan di Kota Pontianak siap mencanangkan pembentukan Kelurahan Bersih dari Narkoba (Bersinar). Keempatnya yakni Kelurahan Sungai Bangkong, Pal Lima, Bansir Laut dan Saigon.

Pembentukan Kelurahan Bersinar ini melibatkan masyarakat sebagai pegiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Baca juga: Bela Pemelihara Satwa Langka, Warga Demo Polsek Nanga Mahap

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Rabu (24/03/2021), membuka workshop penggiat program P4GN di Aula Rohana Muthalib, Kantor Bappeda Kota Pontianak.

Kepala BNN Kota Pontianak AKBP Ngatiya mengatakan, Kelurahan Bersinar merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020. Tahun ini empat kelurahan yang menyatakan kesiapannya untuk mencanangkan diri sebagai Kelurahan Bersinar.

Baca juga: Dua Rumah Hangus Terbakar di Dusun Sungai Arak

“Tahun lalu sudah ada satu kelurahan bersinar yakni Kelurahan Siantan Tengah,” kata Ngatiya.

Kegiatan yang dilaksanakan Kelurahan Bersinar, mengacu Inpres itu, di antaranya sosialisasi, regulasi, pembentukan satgas dan tes urine.

“Peran serta para penggiat, relawan dan lainnya sekecil apapun informasi harus disampaikan ke kami dan akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Baca juga: Pohon Tabebuya di Kota Pontianak Mulai Berbunga

Wali Kota Edi, mengatakan, harus ada sinergi dan koordinasi antara Pemerintah Kota bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan terutama para penggiat P4GN untuk pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba.

“Kalau ini kita lakukan secara bersama-sama dan bersinergi maka bisa mempersempit ruang gerak para pelaku maupun para pengedar narkoba,” kata Edi.

Baca juga: 10 Tahun Lebih, Kontribusi Relawan Muda Ketapang untuk Konservasi

Dari informasi yang diperolehnya dari Kapolresta Pontianak Kota maupun Kepala Rutan Pontianak, kasus narkoba tercatat mendominasi. Pemerintah kota bersama BNN Kota Pontianak, aparat keamanan, dibantu masyarakat, berupaya menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba agar tidak terjadi lonjakan.

Termasuk pengawasan terhadap anak-anak dengan melibatkan peran aktif orang tua dan guru serta masyarakat sekitar. Memonitor perilaku dan gerak-gerik anak-anak, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.

“Karena gejala-gejala ini kan, bisa kelihatan. Termasuk juga mengawasi jika ada orang asing yang masuk yang kiranya bisa mempengaruhi anak-anak tersebut, ini yang harus diantisipasi,” ujar Edi. (*/SVE)