Arsip

7 Meriam Karbit di Tambelan Sampit Sambut Lebaran

cara menyalakan meriam karbit
Penyalaan meriam karbit milik komunitas "Setia Tambelan" di kawasan tepian Sungai Kapuas, Pontianak Timur. Foto: Prokopim/ruai.tv
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Menyambut Lebaran dengan cara menyalakan meriam karbit, telah menjadi tradisi khas Kota Pontianak. Komunitas Meriam Karbit “Setia Tambelan” di pinggir Sungai Kapuas Pontianak, mempersiapkan tujuh pucuk meriam karbit.

Mereka telah bersiap menyambut Lebaran dengan permainan tradisional tersebut. Komunitas ini berada di pesisir Sungai Kapuas di wilayah Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur. Lokasinya tak jauh dari kawasan bawah Jembatan Kapuas I.

Chandra (33), satu di antara anggota komunitas ini, menyebut, mereka tetap menyalakan meriam karbit setiap Lebaran, dengan atau pun tanpa festival.

Advertisement

Baca juga: Sebelum Lebaran, Penyaluran BLT di Pontianak Tuntas

“Tahun ini kami menyiapkan tujuh meriam karbit untuk kami mainkan menyambut lebaran,” kata Chandra, Rabu (27/4/2022) malam.

Mereka sudah mulai mencoba menyalakan meriam itu beberapa kali. Cara menyalakan meriam karbit, bermula dengan mengisi air pada lubang picu meriam.

Orang lain menutup moncong meriam menggunakan kertas koran bekas. Ada juga yang berperan memasukkan karbit yang sudah mereka pecah, ke lubang picu.

Baca juga: Buka Sampai Larut Malam, Pontianak Segel Bar dan Cafe Ini

Setelah menanti beberapa jenak, saatnya menyalakan mediam. Dengan obor yang menyala di sumbu, seseorang menyulut meriam dengan mendekatkan nyala obor ke lupang picu.

Suara dentuman yang sangat khas menggegelar. Tradisi ini sudah berlangsung lama bagi warga Pontianak yang tinggal di tepian Sungai Kapuas.

Meriam yang mereka persiapkan, terbuat dari kayu mabang atau meranti. Ukuran diameternya antara 50 hingga 70 centimeter dan panjang kisaran 5 hingga 6 meter.

Menyalakan Meriam Karbit

Bagi Chandra, bermain meriam karbit sudah menjadi ritme kehidupan warga sekitar tepian Sungai Kapuas saat menyambut lebaran. Karena itu, sekalipun festival tidak ada, kelompoknya tetap menyalakan meriam itu dalam skala kecil.

Baca juga: Rompi Baru Jukir Pontianak, Ini Warna dan Tulisannya

Pembuatan meriam punya cerita tersendiri. Chandra menuturkan, perlu waktu tiga hingga empat hari membuat sebuah meriam sampai siap dimainkan.

Namun, mereka telah membuat meriam-meriam ini jauh-jauh hari. Bahkan sebelum datangnya bulan puasa. Agar pada saat menjelang Lebaran, semuanya sudah siap.

“Lalu, untuk membuat meriam ini menarik dan indah, kami hiasi dengan cat berwarna-warni,” tutur Chandra.

Baca juga: Pontianak Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Amatir Junior

Komunitasnya mempersiapkan karbit sebagai bahan bakar meriam, antara 150 sampai 200 kilogram. Takaran rata-rata, sebuah meriam perlu bakar karbit sekitar seperempat kilogram untuk sekali penyulutan.

“Setelah karbit kami masukkan ke dalam meriam, biasanya harus menunggu prosesnya sekitar enam sampai tujuh menit, baru meriam siap disulut,” ujar Chandra.

Saat ini, meriam karbit sudah mendapatkan penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Kelurahan di Pontianak Berlomba Sediakan Aplikasi Digital, Apa Saja?

Kondisi pandemi COVID-19 membuat penyelenggaraan festival meriam karbit belum bisa terlaksana. Sebab, biasanya antusiastik masyarakat untuk menyaksikan begitu besar, sehingga setiap spot penuh orang.

Mengantisipasi kerumunan orang, Pemerintah Kota Pontianak meniadakan festival ini. Peniadaan festival meriam karbit juga berlaku tahun sebelumnya.

Meski demikian, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut, ,tidak ada larangan bagi komunitas yang ingin bermain meriam karbit.

“Kalau masyarakat ingin memainkan meriam karbit silakan. Tetapi tahun ini kita tidak menggelar festival seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Edi.

Komunitas pemain meriam karbit tersebar di beberapa wilayah. Seperti di kawasan Pontianak Timur, Selatan dan Tenggara. Terutama mereka yang tinggal di area tepian Sungai Kapuas. (*/RED)

Advertisement