Uskup Agung Pontianak Tahbiskan Tiga Diakon

Bagian prosesi penahbisan tiga diakon oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, di Rumah Retret Santo Johannes Paulus II Anjongan, Selasa (10/08/2021). Foto: courtesy Komsos KAP.

MEMPAWAH, RUAI.TV – Gereja Katolik di Keuskupan Agung Pontianak, Kalimantan Barat, kini mendapat tambahan tiga tenaga. Mereka adalah para frater yang menerima tahbisan diakonat di Rumah Retret Santo Johannes Paulus II Anjongan, Selasa (10/08/2021).

Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus menjadi selebran utama dan penahbis, didampingi Pastor Kepala Paroki Katedral Santo Yoseph Pontianak, RD Alexius Alex dan Profincial Ordo Kapusin Provinsi Pontianak, RP Hermanus Mayong, OFM Cap. Selain itu, turut serta 52 pastor sebagai konselebran.

Dalam Gereja Katolik, seorang imam atau pastor dipersiapkan dalam jangka waktu yang lama, dimulai dari pendidikan menengah. Rata-rata delapan hingga sembilan tahun pendidikan khusus, hingga menyelesaikan sarjana dan pasca sarjana, barulah mereka menerima martabat diakon. Umumnya, dalam rentang kurang dari setahun ke depan, seorang diakon akan menerima tahbisan imamat sehingga resmi sebagai pastor.

Kegita frater yang menerima tahbisan diakon adalah Frater Rupinus Kehi, Pr (34) kelahiran Sekadau, asal Paroki St Petrus dan Paulus Sekadau, Keuskupan Sanggau. Dia menjalani pendidikan khusus di Surabaya hingga Philipina.

Baca juga: Uskup Agung Pontianak Tahbiskan Dua Pastor di Paroki Samalantan

Frater Donatus Pr (30) kelahiran Sentalang, asal Paroki St Pius Bengkayang, Keuskupan Agung Pontianak. Menjalani pendidikan khusus di Nyarumkop dan Malang.

Fr Benedetto Benno, OFM Cap (30), kelahiran Retok Babantek, asal Paroki St Fidelis Sui Ambawang, Keuskupan Agung Pontianak. Menjalani pendidikan dari Nyarumkop, Sanggau, dan Pematang Siantar. Ketiganya menyelesaikan pasca sarjana di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Pastor Bonus, Pontianak.

Ketua UNIO Imam Diosesan, Keuskupan Agung Pontianak, RD Alexius Alex, mengatakan, sudah cukup lama menantikan momen istimewa seperti ini. Yakni tahbisan tiga diakon bersamaan antara frater diosesan dengan frater Ordo Kapusin.

“Saya berharap mereka bisa bertahan sampai ke jenjang tahbisan imamat pada saatnya nanti,” kata Alexius.

Baca selanjutnya dengan klik pages 2