Terobos Banjir Sampai Demam, Kenangan Mantan Wakapolres Melawi

wakapolres melawi meninggal dunia
Almarhum Kompol Agus Mulyana, mantan Wakapolres Melawi. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

MELAWI, RUAI.TV – Mendiang Kompol Agus Mulyana meninggalkan kisah-kisah menyentuh bagi bawahan, rekan kerja, dan masyarakat yang mengenalnya. Mantan Wakapolres Melawi ini telah meninggal dunia, Minggu (03/07/2022) di Pontianak karena sakit.

Almarhum menjabat Wakapolres Melawi sejak 2019 hingga Februari 2022. Kapolres Melawi AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto dan para personelnya menggelar yasinan dan doa bersama di Kantor Satpas Lantas untuk mengenang dan mendoakan almarhum.

Almarhum Agus Mulyana sebelumnya pernah bertugas di Polres Melawi jajaran Polda Kalbar yang menjabat sebagai Wakapolres Melawi sejak 2019 hingga Februari 2022.

Advertisement

Baca juga: AMAR Usulkan Cornelis Gantikan Tjahjo Jadi Menpan RB

Sigit Eliyanto mengenang keseharian Alm Agus Mulyana yang dekat dengan bawahan maupun masyarakat. Kebersamaan di masa tugas, menjadi kenangan tersendiri, terutama dengan sifat almarhum yang humoris.

“Almarhum punya ciri khas bahasa Pasundannya yang begitu humor, membuat para personil tertawa lepas karena gurauannya,” kenang Sigit Eliyanto.

Baca juga: 2.000 Sapi dari NTT Masuk Kalbar untuk Idul Adha

Momen paling berkesan, saat penanganan pandemi COVID-19 dan bencana banjir di Melawi. Suatu kondisi yang sangat menguras tenaga dan pikiran, agar mampu melayani masyarakat.

Wakapolres Melawi

Bripda Abang Agung, ajudan yang pernah dua tahun mendampingi Agus Mulyana, menuturkan pengalaman lain. Suatu pengalaman yang tak bisa dia lupakan.

“Saya bersama Bapak (alm Agus Mulyana) pernah jalan kaki, karena banjir membuat kendaraan tak bisa lewat,” kenang Bripda Agung, mengingat peristiwa banjir di Melawi pada 2021.

Baca juga: Dua Rumah di Batang Lupar Hangus Terbakar

Dia bersama Agus Mulyana harus jalan kaki dari Terminal Nangan Pinoh menuju Mapolres Melawi. Dari selepas magrib, baru tiba pukul 22.00 WIB. Pakaian dinas mereka pun basah kuyup.

“Keesokan harinya kami demam. Namun almarhum tetap berangkat menjalankan tugas untuk menyalurkan bantuan sembako,” ujar Bripda Agung.

Seorang tokoh pemuda Tionghoa, Feby, terkesan dengan sosok Agus Mulyana yang mudah bergaul dengan semua komunitas masyarakat. Dia selalu menyapa jika bertemu masyarakat ketika bertugas di lapangan.

Baca juga: Kampung Wisata di Pontianak Ini Masuk 50 Besar Destinasi Nasional

“Walaupun seorang pejabat di lingkungan Polres Melawi, beliau sangat dekat dengan semua lini kehidupan masyarakat,” ujar Feby.

Feby mengaku kenal dekat dengan almarhum, terutama karena sering mengunjungi komunitasnya memberikan edukasi pencegahan COVID-19. (*/TIO/RED)

Advertisement