Tak Ada Listrik dan Pinjam Komputer, Kendala Ujian SMP di Daerah Ini

ujian SMP
Peninjauan ujian SMP berbasis komputer di sebuah sekolah di Kabupaten Melawi. Foto: DOK/ruai.tv

PONTIANAK, RUAI.TV – Ujian sekolah tingkat SMP di Kabupaten Melawi, berlangsung dalam rentang 11 hingga 19 Mei 2022. Ada 113 satuan pendidikan SMP se-kabupaten yang sedang menyelenggarakan ujian itu.

Proses ujian tersebut berbasis komputer. Sayangnya, masih ada tiga kecamatan yang terkendala, akibat tidak ada suplai listrik. Selain terkendala listri, ada juga sekolah yang harus meminjam unit komputer dari sekolah lain.

Baca juga: Calon Haji Usia 65 Tahun Tak Bisa Berangkat ke Tanah Suci

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Melawi, Yusseno, Jumat (13/05/2022) mengatakan, tiga kecamatan itu adalah Sokan, Tanah Pinoh, dan Tanah Pinoh Barat.

“Tiga kecamatan ini memang jauh dari jangkauan PLN. Ini menjadi kendala saat menyelenggarakan ujian berbasis komputer,” kata Yusseno.

Baca juga: Isi Surat Wasiat Bayi dalam Kardus di Pontianak

Akibat ketiadaan suplai setrum tersebut, tidak semua sekolah leluasa menyelenggarakan ujian berbasis komputer. Meskipun sebagai solusi, bisa menggunakan mesin generator atau genset.

Namun, kata Yusseno, penggunaan mesin genset ternyata tidak mampu memaksimalkan pelaksanaan ujian tersebut.

Baca juga: Setelah Libur Lebaran, Pelajar Kapuas Hulu Sekolah Tatap Muka

“Kalau sinyal ndak terlalu ngapa gitu. Hanya masalah listrik saja di tiga kecamatan itu yang susah. Kalau untuk unit komputer, mereka mampu lah. Meski ada juga yang harus pinjam ke SD,” ucap Yusseno.

Secara keseluruhan, ada 3.233 pelajar yang mengikuti ujian SMP tahun ini di seluruh Kabupaten Melawi. Mereka tersebar di 113 sekolah, baik yang berstatus sekolah negeri maupun swasta. Sekolah-sekolah ini berada di 11 kecamatan. (RED)