Terjerat Sindikat, Remaja Kecamatan Balai Ini Kena Siksa di Malaysia

Terjerat Sindikat, Remaja Kecamatan Balai Ini Kena Siksa di Malaysia
Polisi menggiring tiga tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Mapolres Sanggau, Rabu (21/07/2021). Foto: DOK/ruai.tv

SANGGAU, RUAI.TV – Seorang remaja asal Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terjerat sindikat perdagangan orang. Kejadian ini bermula ketika dia menerima tawaran bekerja di Malaysia.

Bidang pekerjananya pun tergolong berisiko. Yakni menjadi operator judi online.

Remaja berinisial Hk ini berusia 15 tahun. Dia berasal dari sebuah desa di Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau.

Tanpa menyadari, dia terjebak dalam sindikat perdagangan orang, berangkat ke Negeri Jiran melalui jalur tak resmi. Dan tentu, tanpa dokumen resmi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Baca juga: KRI Clurit 641 Temukan Satu Korban Mengapung di Puing-puing Kapal

Sindikat ini membawa Hk masuk ke Malaysia pada Mei 2021. Saat sudah tiba di Malaysia, Hk ternyata tidak bisa melakukan pekerjaannya.

Dia tidak bisa mengoperasikan komputer. Padahal keterampilan ini menjadi syarat untuk bekerja sebagai operator judi online.

Akibatnya, Hk pun menerima siksaan. Tak cukup sampai di situ, sindikat meminta uang tebusan kepada keluarga Hk disertai ancaman.

Polres Sanggau segera bergerak menyikapi informasi mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini. Pada 10 Juli lalu, personil dari Satuan Reskrim Polres Sanggau, menangkap para tersangka. Sementara Hk akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya.

Baca juga: Longsor Saat Cari Durian di Desa Pampang, Satu Perempuan Tewas, Satu Hilang

Wakapolres Sanggau, Kompol Agus Dwi Cahyono, Rabu (21/07/2021), menggelar jumpa pers di Mapolres, menghadirkan ketiga tersangka.

“Tersangka mengiming-imingi korban dengan pekerjaan, yang bayarannya tinggi di luar negeri. Tapi di sana dia mengalami intimidasi dan pengancaman. Lalu korban mengadu ke ibunya dan ibunya melapor ke kami,” kata Kompol Agus Dwi Cahyono.

(Baca selanjutnya dengan klik pages 2)