Petani di Kayong Utara Keluhkan Kesulitan Pupuk

Tarmizi di kebun jagungnya. Foto: Julizal/ruai.tv

KAYONG UTARA, RUAI.TV – Petani holtikultura di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Satu di antara penyebabnya karena para petani itu tidak terdaftar dalam kelompok tani di daerah masing-masing.

Dan kelompok tani tersebut seharusnya yang telah terverifikasi oleh pemerintah daerah. Namun, meski sudah tergabung dalam kelompok tani, penjatahan pupuk mengalami pembatasan.

Tarmizi, seorang petani di Sukadana, kepada ruai.tv, Sabtu (06/02/2021) mengatakan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sudah mulai mendata kembali para petani, agar berikutnya bisa menjadi anggota kelompok.

“Sekarang pupuk mulai susah (diperoleh) dan agak dikurangi. Petani yang tidak terdaftar dalam kelompok memang tidak dapat pupuk bersubsidi,” kata Tarmizi.

Sebagai perbandingan, harga satu karung pupuk bersubsidi takaran 50 kilogram Rp 135 ribu. Sementara pupuk non subsidi dengan takaran yang sama mencapai Rp 350 ribu.

“Pengalaman saya sendiri, dalam satu musim tanam memerlukan 10 kilogram pupuk, yang terdiri atas urea dan NPK,” kata ujar Tarmizi.

Pupuk sebanyak 10 kilogram dalam satu musim tanam itu diperlukan untuk satu anggar hamparan. Satu anggar setara dengan ukuran sepuluh depa kali sepuluh depa hamparan bidang tanam. (JUL/SVE)