700 Warga Mengungsi Akibat Banjir di Kecamatan Ledo

Dapur umum untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang. Foto: IST/ruai.tv

BENGKAYANG, RUAI.TV – Sekitar 700 warga yang terdampak banjir di Desa Lesabela di Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengungsi ke sejumlah tempat. Dari enam desa yang dilanda bencana ini, Desa Lesabela merupakan titik terparah dengan tergenangnya ratusan rumah.

Ketua Tagana Kabupaten Bengkayang, Ramli, Sabtu (06/02/2021) kepada ruai.tv mengatakan, ratusan warga itu mengunsi ke lokasi yang aman dari genangan air karena berada di dataran tinggi.

“Dari pos di Desa Lesabela kami menerima info para pengungsi berada di masjid, Markas Korami, dan di rumah keluarga yang bertingkat,” ujar Ramli.

Baca juga:
Banjir Genangi Ratusan Rumah di Kecamatan Ledo
Banjir Rendam Jalan di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Pemkab Bengkayang Mulai Salurkan Logistik untuk Korban Banjir

Tim Tagana Kabupaten Bengkayang bersana Dinas Sosial menyediakan dapur umum di lokasi Kecamatan Ledo. Sebanyak 24 personil diterjunkan untuk mendukung penyediaan makanan dan mengevakuasi warga yang terdampak.

Selain dapur umum, sejumlah tenda dipersiapkan sebagai tempat evakuasi warga.
Ramli mengatakan, banjir di sejumlah titik berangsur surut. Meski begitu, posko dan dapur umum tetap disiagakan.

“Untuk dapur umum, Dinas Sosial menyediakan logistiinya, kami menyalurkan ke warga terdampak. Masyarakat dan ibu-ibu PKK juga membantu tim kami mempersiapkan konsumsi. Kami saling kerja sama,” kata Ramli.

Dapur umum disebar di beberapa titik, di antaranya di dekat masjid, di rumah warga, dan di steigher Ledo.
Banjir melanda Kecamatan Ledo sejak Rabu lalu. Selain menggenangi ratusan rumah, ruas jalan menuju kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia terendam air dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 1,5 meter.

Enam desa terdampak, yakni Desa Lesabela, Dayung, Lomba Karya, Jesape, Suka Jaya, dan Seles.(ROB/SVE)