SD Mini di Perbatasan Negara Ini Rusak Karena Tak Dipakai

SD Mini di Perbatasan Negara Ini Rusak Karena Tak Dipakai
Rumput menjulang tinggi di halaman SD Negeri 22 Pengok Mini di Dusun Mola, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Foto: Stepanus Robin/ruai.tv

BENGKAYANG, RUAI.TV – Sekolah di perbatasan Indonesia-Malaysia kembali menyuguhkan cerita. Sebuah Sekolah Dasar (SD) Mini di kawasan perbatasan kedua negara, di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berangsur-angsur rusak. Penyebab rusaknya gedung ini, karena sudah cukup lama tidak pernah difungsikan.

Sejumlah orangtua siswa di Desa Sahan, Kecamatan Seluas, mempertanyakan kondisi ini. Padahal, status gedung itu adalah sekolah negeri. Bernama SD Negeri 22 Pengok Mini.

Kawasan ini merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Bengkayang. Dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat, lima daerah berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia Timur.

Border di Kabupaten Bengkayang berada di Kecamatan Jagoi Babang, yang terhubung dengan Serikin Distric, Sarawak. Selain Bengkayang, empat kabupaten lain berbatasan darat dengan Malaysia, yakni Sanggau, Sambas, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Baca juga: Terkenal Sejak Era Soeharto, Wilayah Perbatasan Ini Belum Punya SMA

Gedung SD Mini tersebut berada di Dusun Mola, Desa Sahan, Keamatan Seluas. Rumput liar bertumbuhan di sekitar halamannya. Rumput-rumput ini menjulang, hampir mencapai rata-rata atap.

Sejumlah fasilitas di dalam bangunan itu ikut rusak. Memang, sudah cukup lama tidak ada lagi aktivits belajar-mengajar di gedung ini.

Dahulu, gedung ini sempat berfungsi sebagai tempat pendidikan jenjang sekolah dasar untuk murid sekitar dusun. Namun, menurut kesaksian para orangtua murid, aktivitas tersebut tidak berlangsung lama.

(Baca selanjutnya dengan klik pages 2)