Arsip

Dari Cabai ke Pancasila: Cara Sederhana Akmal Malik Lawan Inflasi dan Kuatkan Ketahanan Pangan

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI, Akmal Malik pimpin peringatan Hari Lahir Pancasila di Kubu Raya. (Foto/Prokopim)
Advertisement

KUBU RAYA, RUAI.TV – Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Kubu Raya pada Senin (1/6/2026) tidak berhenti pada upacara.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI, Akmal Malik, justru mengangkat pesan konkret yakni pengamalan Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Akmal Malik memimpin upacara di halaman Kantor Bupati Kubu Raya dengan melibatkan ratusan peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum. Namun, ia tidak menempatkan Pancasila sebatas simbol atau hafalan.

“Pancasila adalah fondasi yang mempersatukan seluruh keberagaman bangsa Indonesia. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Akmal Malik.

Ia menilai tantangan global, arus informasi digital, serta dinamika sosial menuntut penguatan komitmen kebangsaan. Menurutnya, bangsa Indonesia perlu menjaga persatuan melalui praktik nyata, bukan sekadar retorika.

Akmal Malik kemudian mengarahkan perhatian pada isu ketahanan pangan dan inflasi. Ia menyebut pengamalan Pancasila dapat dimulai dari langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap individu, termasuk aparatur sipil negara.

“Pancasila itu tidak hanya sebatas kita baca di teks, tapi kita laksanakan dalam keseharian kita. Dan kita mulai dengan memberikan percontohan untuk membangun ketahanan pangan,” katanya.

Ia mengajak seluruh ASN di Kubu Raya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan tanaman produktif lain. Ajakan tersebut ia perkuat dengan ilustrasi sederhana yang langsung menyentuh persoalan ekonomi masyarakat.

“Bayangkan satu pegawai menanam satu cabai. Lima ribu cabai. Satu cabai bisa menghasilkan sekitar 1,4 kilogram. Bayangkan berapa ton cabai yang bisa kita hasilkan. Kita tidak akan inflasi lagi,” ujarnya.

Gambar: Upaya membangun ketahanan pangan di Kubu Raya dengan pembagian bibit tanaman kepada peserta upacara Hari Lahir Pancasila. (Foto/Prokopim)

Menurut Akmal Malik, gerakan kolektif semacam itu tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mampu menekan harga kebutuhan pokok. Ia menilai gotong royong dalam skala kecil dapat menjadi solusi nyata atas persoalan ekonomi daerah.

Ia juga menegaskan bahwa pengamalan Pancasila tidak membutuhkan program besar yang rumit. Setiap orang bisa berkontribusi melalui tindakan sederhana yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Melaksanakan Pancasila itu tidak usah rumit. Mulai saja dari diri kita sendiri,” tegasnya.

Bagi Akmal Malik, momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi ruang refleksi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mengukur sejauh mana nilai-nilai Pancasila hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjawab tantangan ekonomi dan sosial.

Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyambut ajakan tersebut dan menilai langkah sederhana seperti menanam cabai memiliki dampak besar bagi masyarakat.

“Apa yang disampaikan Pak Dirjen sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pengamalan Pancasila memang harus kita wujudkan dalam tindakan nyata yang manfaatnya langsung terasa,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah siap menggerakkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari ASN, organisasi masyarakat, hingga kelompok tani desa.

“Kami mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk memulai dari lingkungan masing-masing. Jika kita lakukan secara bersama dan berkelanjutan, gerakan kecil ini akan menjadi kekuatan besar,” tambahnya.

Sukiryanto berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia mendorong lahirnya gerakan nyata yang memperkuat gotong royong, kepedulian sosial, serta kemandirian pangan daerah.

Pesan tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya hidup dalam teks, tetapi tumbuh dari tindakan sederhana, bahkan dari satu pohon cabai di halaman rumah.

Lihat Juga: