Arsip

Tim Film “Pesta Babi” Minta Publik Tidak Menghakimi Mama Yasinta

Keluarga Besar Malind Maklew dan Malind Kondo-Digoel gelar pertemuan di Jl. Pertanian Jati, Kel. Rimba Jaya, Merauke, Sabtu (30/5), untuk mengklarifikasi perkembangan situasi Mama Yasinta Moyuwen dalam sepekan terakhir. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

MERAUKE, RUAI.TV – Tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi menyampaikan tanggapan resmi terkait perkembangan terbaru yang melibatkan tokoh perempuan adat Malind, Mama Yasinta Moiwend, pada Sabtu (30/5/2026).

Dalam keterangannya, tim menegaskan bahwa Mama Yasinta merupakan sosok yang telah lama berjuang bagi dirinya dan komunitasnya, bahkan jauh sebelum proses produksi film tersebut dimulai. Oleh karena itu, tim menyatakan tetap menghormati setiap sikap yang diambil oleh Mama Yasinta saat ini.

“Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini,” demikian pernyataan resmi tim yang diterima ruai.tv, Sabtu (30/5).

Gambar: Pertemuan Keluarga Besar Malind Maklew dan Malind Kondo-Digoel di Kelurahan Rimba Jaya, Merauke. (Foto/ruai.tv)

Tim juga mengungkapkan bahwa sejak video Mama Yasinta beredar pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, hingga yang bersangkutan mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat, 29 Mei 2026, pihaknya belum dapat berkomunikasi secara langsung.

“Setelah videonya beredar hingga mendatangi Polda Metro Jaya, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui langsung. Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya,” lanjut pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, tim kolaborasi mengajak publik untuk tetap memberikan perhatian terhadap persoalan yang lebih luas di Tanah Papua, serta menjaga solidaritas dalam upaya penyelesaian berbagai persoalan yang ada.

“Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua,” ujar tim.

Film dokumenter Pesta Babi merupakan hasil kolaborasi sejumlah lembaga, yakni Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Jubi Media, LBH Papua Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, dan Watchdoc.

Lihat Juga: