KAYONG UTARA, RUAI.TV – Malam di Pulau Meledang pernah terasa lebih panjang dari biasanya. Tanpa listrik yang memadai, sebagian warga harus membatasi aktivitas, menunggu giliran menyalakan genset pribadi, atau sekadar mengandalkan cahaya seadanya. Sejak genset utama rusak pada November lalu, kehidupan berjalan dalam keterbatasan.
Di pulau kecil yang menjadi bagian dari Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, listrik bukan sesuatu yang selalu hadir. Hanya sekitar 30 persen rumah tangga yang memiliki genset pribadi, itu pun digunakan terbatas, umumnya saat malam hari. Selebihnya, warga bergantung pada sumber energi alternatif dengan daya yang tidak selalu mencukupi.
Ketua RT 10 Dusun Raya/Pulau Meledang, Nurdiansyah, memahami betul kondisi tersebut. Ia menyebut listrik sebagai kebutuhan mendasar yang belum sepenuhnya terpenuhi di wilayahnya.
“Selama ini kami memang kekurangan listrik. Warga hanya mengandalkan genset pribadi atau aki seadanya. Itu pun hanya sekitar 30 persen rumah tangga yang memiliki genset, dan biasanya hanya digunakan pada malam hari,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Keterbatasan itu tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga masa depan. Anak-anak kesulitan belajar, akses terhadap informasi menjadi terbatas, dan aktivitas sehari-hari tidak berjalan optimal.
“Anak-anak jadi kesulitan belajar, bahkan untuk mengakses internet pun terkendala. Karena itu kami bermusyawarah dan mengajukan permohonan bantuan ke PT DIB,” jelasnya.
Harapan warga perlahan menemukan jalannya ketika PT Dharma Inti Bersama (PT DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang, merespons kebutuhan tersebut dengan menyalurkan satu unit generator set (genset).
Kedatangan genset baru menjadi momen yang disambut penuh syukur. Bagi sekitar 50 rumah tangga di Pulau Meledang, bantuan ini bukan sekadar fasilitas, melainkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak.
“Alhamdulillah genset sudah sampai di Pulau Meledang. Kami berharap kedepan bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada PT DIB yang telah membantu, semoga komunikasi dan dukungan terus terjalin dengan baik,” tambah Nurdiansyah.
Camat Kepulauan Karimata, Mikrad Abdi, juga melihat dampak luas dari kehadiran listrik yang lebih stabil, tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga fasilitas umum.
“Syukur, alhamdulillah gensetnya sudah datang. Listrik desa yang berasal dari genset bukan hanya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, tapi juga untuk beberapa fasilitas pelayanan publik seperti Puskesmas,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga genset tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Bagi PT DIB, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen yang telah dibangun sejak awal kehadiran perusahaan di wilayah tersebut. Government Relation Manager PT DIB, Seno Ario Wibowo, menegaskan bahwa elektrifikasi menjadi salah satu fokus utama program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Sejak awal kehadiran PT DIB, elektrifikasi di pemukiman warga Desa Pelapis menjadi salah satu fokus program CSR kami. Bantuan genset ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk di wilayah terpencil seperti Pulau Meledang,” jelasnya.
Upaya tersebut tidak berhenti pada pemberian genset. Sejak tahun lalu, PT DIB juga menyediakan bahan bakar minyak serta melakukan perawatan genset di seluruh dusun di Desa Pelapis yang dihuni sekitar 500 kepala keluarga.
Kini, saat lampu-lampu mulai kembali menyala di Pulau Meledang, harapan itu pun ikut terang. Bukan hanya tentang listrik, tetapi tentang kesempatan untuk belajar lebih baik, bekerja lebih produktif, dan menjalani kehidupan yang sedikit lebih pasti dibanding sebelumnya.
Lihat Juga:















Leave a Reply