Arsip

82 Tahun A.R. Mecer: Warisan Sunyi yang Menggerakkan Kebangkitan Dayak

Pelopor Gerakan Credit Union, Anselmus Robertus (A.R.) Mecer. (Foto/Ist
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Peringatan ulang tahun ke-82 Anselmus Robertus (A.R.) Mecer pada 27 Maret 2026 menjadi momentum refleksi atas jejak panjang seorang tokoh Dayak yang memilih jalan sunyi dalam membangun kemandirian masyarakat.

Aktivis Gerakan Credit Union (CU) periode 2017–2019, Moses Thomas, menegaskan bahwa sosok A.R. Mecer tidak sekadar tokoh, melainkan guru kehidupan yang menanamkan nilai-nilai pemberdayaan yang mendalam.

Moses mengisahkan, di tengah kesibukan A.R. Mecer sebagai penggerak pendidikan dan pelatihan Credit Union, ia tetap meluangkan waktu berdiskusi secara intens. Percakapan yang berlangsung hingga berjam-jam itu tidak pernah lepas dari gagasan besar tentang CU sebagai alat pembebasan ekonomi masyarakat, bukan sekadar lembaga simpan pinjam.

Advertisement

Menurut Moses, A.R. Mecer selalu menekankan bahwa Credit Union harus dipahami sebagai gerakan pemberdayaan. Ia mendorong masyarakat Dayak untuk membangun kemandirian ekonomi tanpa meninggalkan akar adat dan budaya.

Dari pemikiran itulah, lahir kesadaran bahwa CU merupakan ruang pembentukan karakter, tempat masyarakat belajar disiplin, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan diri.

“Beliau mengajarkan bahwa Credit Union bukan soal uang, tetapi soal membangun manusia,” ungkap Moses dalam tulisannya.

A.R. Mecer, yang berasal dari Menyumbung, Ketapang, memilih jalur pengabdian yang berbeda. Ia tidak mengejar kekuasaan, melainkan menempuh jalan pemberdayaan yang senyap namun berdampak luas. Melalui gerakan CU, ia menggerakkan masyarakat dari desa hingga kota untuk bangkit dengan kekuatan sendiri.

Gagasan tersebut terbukti membuahkan hasil. Dalam beberapa dekade terakhir, ratusan Credit Union tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Kehadiran CU tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat kecil, tetapi juga membangun jaringan solidaritas yang kokoh di tengah komunitas.

Moses menilai, kontribusi A.R. Mecer telah mengubah cara pandang masyarakat Dayak terhadap pembangunan. Ia menanamkan keyakinan bahwa kemajuan tidak harus menunggu bantuan dari luar, melainkan dapat dibangun melalui kebersamaan, disiplin, dan kepercayaan.

Atas dedikasinya, A.R. Mecer layak disebut sebagai Bapak Pembangunan Dayak Modern. Ia tidak hanya membangun organisasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif. Ia tidak sekadar menciptakan sistem, melainkan melahirkan gerakan yang hidup dan terus berkembang lintas generasi.

Kini, hasil dari perjuangan itu semakin nyata. Identitas Dayak tidak lagi dipandang semata sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mandiri dan bermartabat. Gerakan CU menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan tersebut.

Di usia ke-82, A.R. Mecer tetap menjadi inspirasi. Moses berharap, semangat perjuangan yang telah dinyalakan terus diwariskan kepada generasi muda. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan, agar gerakan pemberdayaan ini tidak berhenti, melainkan semakin berkembang.

“Beliau tidak hanya menambah usia, tetapi juga menambah jejak sejarah,” tulis Moses.

Peringatan ulang tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering lahir dari kerja-kerja sunyi yang konsisten. Sosok A.R. Mecer membuktikan bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan membangun manusia dan menumbuhkan harapan dari akar rumput.

Advertisement