SAMARINDA, RUAI.TV – Masyarakat adat Dayak Kenyah di Desa Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur, terus menguatkan komitmen pelestarian budaya melalui pertunjukan seni tari setiap Minggu.
Warga menjadikan kegiatan rutin tersebut sebagai ruang menjaga warisan leluhur sekaligus menarik minat wisatawan. Desa Pampang dikenal sebagai permukiman yang mempertahankan adat Dayak Kenyah secara konsisten.
Setiap akhir pekan, warga menggelar pertunjukan tari tradisional di lamin atau rumah adat panjang. Pertunjukan tersebut menampilkan ragam tarian khas, seperti Tari Kancet Lasan yang menyambut tamu serta Tari Anyam Tali yang mencerminkan nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.
Warga melibatkan anak-anak hingga orang dewasa sebagai penari. Mereka aktif berlatih dan tampil secara bergiliran. Keterlibatan lintas generasi ini memperkuat upaya pewarisan budaya secara langsung kepada generasi muda.
Ketua Kesenian Wisata Budaya Kaltim Pampang, Laing Along, menegaskan komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi. “Kami menjaga budaya ini sebagai identitas kami. Kami mengajak anak-anak ikut menari sejak kecil agar mereka mengenal dan mencintai budaya sendiri,” ujar Laing Along.
Kegiatan tersebut juga menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Sejumlah turis hadir untuk menyaksikan langsung keunikan budaya Dayak Kenyah yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Salah satu wisatawan asal Malaysia, John, mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi. “Saya sangat terkesan melihat masyarakat di sini menjaga budaya mereka. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” kata John.
Melalui pertunjukan mingguan ini, masyarakat Desa Pampang tidak hanya menjaga eksistensi budaya, tetapi juga membangun daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
Warga terus menunjukkan bahwa tradisi dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman melalui komitmen dan keterlibatan bersama.
Lihat Juga:















Leave a Reply