Arsip

DAD Mempawah Imbau Penyelesaian Damai Konflik PT MAS di Wajok Hilir

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah, Adrianus. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

MEMPAWAH, RUAI.TV – Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah, Adrianus, menyampaikan sikap resmi terkait aksi damai yang dilakukan keluarga besar almarhum Husinsius di areal PT Mitra Andalan Sejahtera (PT MAS), Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jungkat, Rabu (18/3/2026).

Ia menegaskan, DAD hadir sebatas melakukan pendampingan agar situasi tetap kondusif. “Saya Adrianus, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Mempawah. Pada hari ini saya akan menjelaskan dan menegaskan terkait aksi damai yang dilakukan oleh keluarga besar almarhum Husinsius yang terjadi di PT MAS,” ujarnya kepada ruai.tv, Kamis (19/3) siang.

Adrianus menjelaskan, pihaknya bersama unsur terkait berkomitmen menjaga agar aksi masyarakat berjalan aman, tertib, dan damai tanpa memicu konflik baru. Menurutnya, DAD tidak berada di posisi memihak, melainkan memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor hukum dan kearifan lokal.

Advertisement

“Di sini kami Dewan Adat Dayak Kabupaten Mempawah hanya dalam bentuk sifatnya pendampingan. Kami bersama-sama menjaga agar aksi yang dilakukan oleh masyarakat atau keluarga besar almarhum Husinsius terhadap perusahaan perkebunan PT Mitra Andalan Sejahtera ini dapat berjalan aman, lancar, dan damai,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Mempawah, untuk menahan diri dan tidak memperkeruh situasi. Adrianus meminta semua pihak, baik keluarga almarhum maupun pihak perusahaan, segera mencari solusi terbaik secara kekeluargaan.

“Untuk itu, saya juga mengimbau kepada kita semua, seluruh masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah, khusus kepada masyarakat keluarga besar almarhum Husinsius dan perusahaan untuk dapat segera menyelesaikan persoalan ini secara berkewargaan tanpa ada pertikaian atau konflik,” katanya.

Lebih lanjut, Adrianus menekankan pentingnya menjaga keamanan bersama serta menghindari keterlibatan pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Ia secara tegas meminta masyarakat yang tidak memiliki kepentingan langsung agar tidak ikut campur atau memihak salah satu pihak.

“Kepada seluruh masyarakat agar tidak terlibat dan bagi yang tidak berkepentingan saya harapkan untuk tidak melibatkan diri memihak salah satu, baik perusahaan maupun keluarga besar almarhum Husinsius. Biarlah permasalahan ini mereka selesaikan,” ujarnya.

DAD Mempawah, lanjutnya, bersama aparat keamanan terus berupaya menjaga stabilitas di lokasi, khususnya di wilayah Wajok Hilir. Ia berharap tidak terjadi keributan seperti di sejumlah daerah lain yang berujung pada konflik berkepanjangan.

“Kami bersama berupaya menjaga keamanan agar situasi di Kabupaten Mempawah, khususnya di area Wajok Hilir, dapat berjalan sesuai rencana dan tanpa ada keributan,” tegas Adrianus.

Ia juga mengingatkan, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat tanpa kewenangan. Selain itu, Adrianus meminta aparat keamanan menjalankan tugas sesuai prosedur dan mengedepankan pendekatan humanis.

“Kami di Dewan Adat Dayak akan memberikan sanksi tegas kepada yang terlibat tanpa kewenangan. Kami juga berharap dalam pengamanan tidak menggunakan senjata api, karena masyarakat masih bisa kita selamatkan dan dikendalikan,” pungkasnya.

Advertisement