Arsip

Menurun Drastis, Panen Sayuran Petani Pontianak Utara

Sangkiang, pekerja kebun sayur di Pontianak Utara, melakukan pemupukan tanaman sayur sawi hijau. Foto: ruai.tv/Sekolastika Elkha

PONTIANAK, RUAI.TV — Tiga bulan kemarau melanda Kota Pontianak, menyebabkan turunnya hasil panen petani sayur di Jl Sungai Selamat Dalam, Kecamatan Pontianak Utara. Kekurangan air ini membuat tanaman sayur rentan terhadap serangan hama, dau  menguning dan mengurangi hasil panen.

Rajono, satu di antara pekerja kebun sayur, mengatakan dalam kondisi normal hasil panen dapat mencapai lebih dari 30 keranjang. Namun, selama kemarau hasil panen turun menjadi sekitar 20 keranjang. 

“Tanaman kayak kuning gitu kayak penyakit gitu. Karena kurang air, kekeringan gitukan perlu penyiraman ekstra, yang biasanya satu belek ini mau empat nyiramnya,” ujar Rajono, saat dijumpai Ruai TV, Rabu (16/09/2026).

Advertisement

Baca juga:

50 Persen, Kenaikkan Harga Sayuran di Flamboyan

Selain menurunkan hasil panen, kondisi kemarau juga membuat petani menghadapi kendala dalam perawatan tanaman dan meningkatkan biaya produksi. Sangkiang, pekerja kebun sayur lainnya mengatakan pertumbuhan tanaman menjadi kurang baik karena keterbatasan air. Ia juga menyebut penggunaan obat tanaman menjadi satu di antara biaya yang harus dikeluarkan selama kondisi tersebut.

“Pertumbuhan kurang, terus tanaman ndak ada air. Dari udara tidak bisa hanya mengharapkan embun untuk mengusir hama tapi harus pakai obat namun harga obat naik,” ucap Sangkiang.

Pengawas Benih Tanaman, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak, Fitri Ikayanti menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan solusi. Di antaranya berupa pengerahan Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk penyiraman tanaman.

Baca juga:

Sehebat Apa Heli Jepang CH-47 Chinook? Cek di Sini!

Selain itu, alternatif pasokan air lainnya berupa pembuatan sumur bor, embung, serta DAM. DPPP menilai sumur bor menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan air jangka pendek.

Sedangkan untuk jangka panjang, DPPP merencanakan pembangunan embung yang membutuhkan biaya besar. Namun, rencana ini masih akan dibahas dalam rapat.

Adapun pemanfaatan mobil pemadam kebakaran masih sebatas usulan dan perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait. 

“Kalau jangka pendek ini yang sudah mendesak memang sumur bor lebih efektif,” kata Fitri. (red/fer/sk)

Advertisement