PONTIANAK, RUAI.TV – Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Barat memperingati hari ulang tahun ke-7 dengan rangkaian kegiatan yang mengangkat peran jurnalis di tengah perkembangan era digital.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari. Agenda tersebut meliputi seminar bertema “Peran Jurnalis di Era Digitalisasi”, lomba video berita bagi pelajar dan mahasiswa, pemberian penghargaan kepada jurnalis televisi senior, hingga malam syukuran.
Seminar yang berlangsung sehari sebelum malam puncak menghadirkan sejumlah pihak yang membahas tantangan jurnalisme di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat, Ramdan, menilai jurnalis memiliki peran penting untuk menghadirkan informasi yang akurat di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi.
“Peran mereka menjadi penting untuk meluruskan misinformasi dan disinformasi yang kerap kita temui di beranda media sosial saat ini,” kata Ramdan.
Panitia kemudian mengumumkan pemenang Lomba Video Berita untuk kategori pelajar dan mahasiswa. Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para pemenang sekaligus menyampaikan apresiasi atas karya yang mereka hasilkan.
“Selamat kepada para pemenang, semoga dapat terus menjaga bakat jurnalis TV-nya. Siapa tahu ke depan bisa bekerja di salah satu media TV,” ujar Satarudin.
Selain memberikan penghargaan kepada generasi muda, IJTI Kalbar juga memberikan apresiasi kepada sejumlah jurnalis televisi senior yang telah berkiprah dalam dunia jurnalistik dan mewarnai pemberitaan televisi nasional.
Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada Sy. Amin Alkadrie, eks wartawan SCTV; Ridwan Ismail, eks wartawan RCTI; Tut Wuri Handayani, wartawan TV One; serta D.A. Rony, wartawan TVRI.
Ketua Pengda IJTI Kalbar, Yuniardi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung rangkaian peringatan HUT ke-7 tersebut. Ia juga memberikan penghargaan kepada panitia yang menjaga kekompakan hingga seluruh agenda selesai.
“Tak lupa pula apresiasinya untuk rekan-rekan panitia yang selalu kompak dan bertekad kuat untuk menyukseskan acara ini,” kata Yuniardi yang akrab disapa Uun.
Malam puncak peringatan HUT ke-7 IJTI Kalbar berlangsung di Aming Coffee Podomoro, Pontianak, Minggu malam, 6 September 2026. Keluarga besar IJTI Kalbar mengikuti agenda doa bersama sekaligus syukuran.
Doa bersama itu secara khusus mengangkat korban berbagai bencana alam, termasuk korban kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, erupsi Anak Gunung Krakatau, serta gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Wartawan TVRI Kalbar, Ari Satriansyah, yang memandu acara mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana.
“Musibah ini begitu menguji kesabaran kita rakyat Indonesia. Kesulitan air bersih, napas sesak, bimbang saudara di rantau tak dapat dihubungi, bandara tutup, mata perih, semua kita rasakan hari ini. Mari kita terus berdoa agar Yang Maha Kuasa segera mengangkat ujian ini,” ujar Ari.
Setelah doa bersama, anggota IJTI Kalbar mengikuti sesi pembekalan dan motivasi dari para sesepuh organisasi. Para jurnalis senior memberikan pengalaman serta dorongan kepada anggota muda agar terus mengembangkan kemampuan jurnalistik di tengah perubahan industri media.
Rangkaian HUT ke-7 IJTI Kalbar tersebut sekaligus mempertemukan jurnalis lintas generasi, mulai dari pelajar dan mahasiswa peserta lomba hingga wartawan televisi senior yang telah lama berkarya. (RED)















Leave a Reply