Arsip

Pers Asing Soroti Karhutla Kalbar, Picu Kabut Asap Lintas Batas

Kondisi kabut asap di Jl Sultan Hamid II Kota Pontianak, Selasa (18/08/2026). Foto: ruai.tv/hep

KUCHING, RUAI.TV – Lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar yang memicu kabut asap hingga ke Malaysia, menjadi perhatian serius media internasional. Dua media asing, The Star (Malaysia) dan Eco-Business (Singapura), menyoroti situasi darurat ini melalui laporan mereka mengenai dampak lingkungan dan penanganan di lapangan.

Media Malaysia, The Star, dalam artikelnya yang rilis pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, dengan judul “Indonesia steps up fight to tackle peatland fires in West Kalimantan”, menulis sulitnya memadamkan api yang melahap lahan gambut di Kubu Raya.

Baca juga: 

Advertisement

Dari Atas Helikopter, Kepala BNPB Pelajari Strategi Kendali Karhutla Gambut

Laporan tersebut mengutip pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai karakteristik unik lahan gambut, di mana bara api tetap menyala di bawah permukaan tanah meski api di atasnya sudah padam.

The Star juga membeberkan data, luas lahan terbakar di Kalbar dari Januari hingga Juni telah menembus 28.680 hektar, melampaui total akumulasi sepanjang tahun lalu akibat cuaca panas ekstrem tanpa hujan selama lebih dari sebulan.

Baca juga: 

Apa Arti PM2.5? Debu Karhutla Tak Bisa Disaring Bulu Hidung Manusia!

Sementara itu, media lingkungan regional yang berbasis di Singapura, Eco-Business, mengulas dampak regionalnya yang lebih luas melalui laporan terbaru yang terbit pada Rabu, 19 Agustus 2026 berjudul “Indonesia’s wildfires intensify as haze spreads into Malaysia”.

Mereka menyoroti karhutla Kalbar yang kian memburuk, dan telah mengirimkan kabut asap lintas batas yang padat ke arah utara, sehingga langsung mengotori ruang udara negara tetangga. Dampaknya, kualitas udara di sembilan wilayah Sarawak, Malaysia—dengan Kuching dan Samarahan mencatat kelonjakan polusi tertinggi—merosot tajam ke tingkat tidak sehat pada pertengahan Agustus ini. 

Baca juga: 

2.981 Titik Panas di Kalbar, Kabut Asap Pekat Kepung Pontianak 

Kedua media tersebut juga merangkum respons masif dari otoritas Indonesia yang mengerahkan lima helikopter water-bombing, helikopter patroli, hingga menyiagakan pesawat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menyemai awan hujan sebagai satu-satunya cara efektif mematikan total bara gambut yang tersembunyi. (red/hep)

Advertisement