Arsip

2.981 Titik Panas di Kalbar, Kabut Asap Pekat Kepung Pontianak 

Kondisi kabut asap di kawasan Pontianak Timur, Senin (10/08/2026) pagi sekitar pukul 06.15 WIB. Foto: ruai.tv/hep

PONTIANAK, RUAI.TV – Situasi di Kota Pontianak Senin (10/08/2026) pagi sekitar pukul 06.15 WIB kian memburuk. Kepungan kabut asap pekat sangat terasa, disertai aroma sisa tumbuhan kering yang terbakar. 

Pantauan di sejumlah ruas jalan di kawasan Pontianak Timur, menunjukkan kepekatan asap sempat mengganggu jarak pandang dan menyebabkan mata perih. Sebagian besar pengendara yang sedang mengantar anak sekolah dan berangkat tampak mengenakan masker. 

Memburuknya kualitas udara di Kota Pontianak merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang meluas di berbagai wilayah. Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis info cuaca berdasarkan analisa per Minggu (09/08/2026), memaparkan sebaran titik panas (hotspot) terdeteksi sebanyak 2.981 titik. 

Advertisement

Angka kerawanan tertinggi berada di Kabupaten Ketapang dengan total 741 titik panas, disusul Kabupaten Sanggau dengan 540 titik panas, Kabupaten Kayong Utara sebanyak 381 titik panas, serta Kabupaten Kubu Raya yang mencatatkan 309 titik panas.

Baca juga: 

Apa Arti PM2.5? Debu Karhutla Tak Bisa Disaring Bulu Hidung Manusia!

Dokumen tersebut juga memaparkan, polusi asap di wilayah Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya (KKR), sempat menyentuh konsentrasi maksimum harian sebesar 287,3 µgr/m³ dengan kategori berbahaya. 

Bahkan, lonjakan polusi udara paling parah terdeteksi di Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, dengan konsentrasi PM2.5 harian melesat hingga angka maksimum 377,2 µgr/m³, yang juga masuk dalam klasifikasi mutlak berbahaya. 

Kondisi udara Pontianak yang makin menyesakkan dada pada Senin pagi ini diperparah oleh laporan visual Satelit Cuaca Himawari-9 yang menunjukkan Kondisi diperparah dengan nihilnya pertumbuhan awan pembawa hujan di langit Kalbar. 

BMKG memberikan peringatan dini adanya potensi kemudahan terjadinya karhutla di sebagian besar wilayah Kalbar berada pada status sangat mudah terbakar untuk periode 10 hingga 16 Agustus 2026. (red/hep)

Advertisement