Rumah Peninggalan Belanda di Sekadau Roboh Kena Angin

rumah peninggalan Belanda
Warga melintasi kawasan Rumah Kaca yang roboh di Sekadau. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

SEKADAU, RUAI.TV – Sebuah bangunan kuno di Kabupaten Sekadau, roboh kena terpaan angin kencang. Orang mengenal rumah ini dengan sebutan Rumah Kaca.

Menurut sejarahnya, bangunan ini merupakan rumah peninggalan Belanda. Pembangunanya pada tahun 1927 di masa Kolonial Belanda.

Rumah kuno ini berada di Gg Karya RT 01/RW 01, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Terpaan angin kencang pada Kamis (08/09/2022), membuat bangunan bersejarah ini hancur.

Advertisement

Baca juga: Mulai Naik, Harga Sawit Periode Kedua Agustus 2022 di Kalbar

Warga menyebutnya Rumah Kaca, karena jendela kaca mengelilingin bangunan itu di bagian dindingnya. Konstruksi rumah tersebut berupa rumah panggung. Di dalamnya ada sembilan kamar.

Dulu, rumah ini menjadi Kantor Kewedanaan, atau pemerintahan setingkat kecamatan. Banyak pertemuan penting di masa lalu, telah berlangsung di rumah itu.

Beberapa keluarga pun sempat tinggal di rumah itu sekian waktu kemudian. Belakangan, rumah itu tak lagi berpenghuni.

Baca juga: Lomba Desain Tenun Corak Insang, Yuk Ikut!

Saat kejadian robohnya Rumah Kaca, beberapa warga sempat menyaksikannya. Satu di antaranya, Agus Dino, yang merupakan warga setempat.

“Dua kali roboh, ” kata Agus Dino.

Dia menuturkan, bangunan itu roboh pertamakali pada Rabu (07/09/2022) tengah malam. Kala itu, ujar Agus Dino, memang ada terpaan angin kencang.

Baca juga: Pimpinan Panti Cabuli Anak Asuh di Ketapang

Rumah Peninggalan Belanda

Agus Dino yang rupanya hanya terpaut sekitar 10 meter dari rumah peninggalan Belanda ini, sedang berada di lantas atas kediamannya.

“Saya terkejut dengar suara ada yang roboh,” ujar Dino.

Dia bersama beberapa warga lain segera mendatangi lokasi Rumah Kaca untuk melihat kondisinya. Mereka menemukan, bagian depan rumah bersejarah itu sudah roboh.

Baca juga: 7 Pelaku Terlibat Sindikat Curanmor di Sekadau

Puing-puing bangunan berserakan di sekitar jalan gang. Esok paginya, Dino bersama warga setempat membersihkan puing-puing itu.

“Ada pohon juga yang roboh. Sudah kami potong,” tambah Dino.

Pada Kamis sore esoknya, sekitar pukul 16.00 WIB, angin kencang kembali menerpa. Bagian lain dari Rumah Kaca kembali roboh. Kali ini, bagian belakang bangunan.

Lina, warga setempat, mengatakan, dia sedang berada di dapur rumahnya, ketika mendengar ada suara gaduh di luar. (RED/SUK)

Advertisement