Tiga Bulan, Padi Ini Diklaim Hasilkan 9,1 Ton per Hektare

Kondisi sawah tadah hujan milik kelompok tani di Desa Tunggal Bakti, Kecamatan Kembayan. Foto: DOK/ruai.tv

SANGGAU, RUAI.TV – Kelompok Tani Karya Mandiri, Desa Tunggal Bakti di Kabupaten Sanggau, melakukan tanam padi perdana, Selasa (20/04/2021). Lokasi penanaman di area persawahan milik anggota kelompok tani di Desa Tunggal Bakti, Kecamatan Kembayan.

Baca juga: 26 Pengunjung Positif COVID-19, Ketapang Minta THM Ini Tutup Sementara

Di lahan telah dipersiapkan persawahan dengan luas sekitar 100 hektare. Jenis bibit yang ditanam jenis Inbrida Padi Sawah Irigasi (Inpari), yakni Inpari 35 dan Inpari 37. Jenis ini dipastikan akan panen pada usia tanam tiga bulan.

Ketua Kelompok Tani Karya Mandiri, Tegar, mengatakan, mereka mempraktikkan model sawah tadah hujan, sehingga di antara keberhasilan sangat tergantung pada curah hujan.

Baca juga: Angin Kencang Robohkan Kanopi Gereja Katolik Jangkang

“Kalau tidak ada hujan, agak terganggu sedikit,” kata Tegar.

Sejumlah pejabat pemerintah yang hadir dalam tanam perdana ini, di antaranya Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat, Rustan Massinai.

Baca juga: Per 20 April, Ini Kebijakan Satgas COVID-19 di Kalbar

Diharapkan para petani nantinya memiliki ketersediaa beras yang cukup di masa pandemi yang masih berlangsung.

Rustan Massinai menuturkan, bibit jenis Inpari 36 dan Inpari 37 memasuki masa panen pada usia tanam sekitar tiga bulan. Diperkirakan dalam satu hektare akan menghasilkan panenan gabah seberat 9,1 ton.

Baca juga: Rp 225 Juta Disita dari Pembobol Swalayan di Ngabang

“Penanaman benih padi jenis Inpari 36 dan Inpari 37 ini meru[akan yang pertama kali ditanam di Kalimantan Barat,” kata Rustan.

Dia berjanji akan memberikan pendampingan terus menerus kepada kelompok tani dalam proses perawatan, sehingga mampu menghasilkan panenan yang maksimal. (RED)