Adat Ngudas Dayak Mayao, Ritual Pengusir Roh Jahat

Tukang Pomang sedang memantrai peraga adat dalam Ritual Ngudas. Foto: IST/ruai.tv

SANGGAU, RUAI.TV – Masyarakat sub Dayak Mayao di Dusun Kadak, Desa Upe, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, menggelar ritual adat yang disebut Ngudas, Selasa (27/4/2021).

Adat Ngudas merupakan ritual untuk menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen padi yang di perolah selama proses berladang secara tradisional dilakukan. Selain itu ritual ini juga untuk mengusir roh jahat yang dapat menganggu kampung dan masyarakat.

Baca juga: Jelang Buka Puasa, Ini yang Dilakukan Wali Kota Edi dan Vlogger Evan

Adat ini dilakukan setiap satu tahun sekali setelah Gawai Dayak Nisu Minu Podi. Kegiatan adat ini diikuti oleh seluruh masyarkat kampung dengan membawa masing-masing peraga adat yang dikumpulkan di rumah adat.

Peraga adat yang dibawa berupa babi, ayam kampung, anjing, tuak, lemang, kapur sirih, mayang pinang, dan beberapa lainnya. Lauk pauk yang dibawa itu selanjutnya didoakan oleh Tukang Pomang dan Mpau Minu.

Baca juga: COVID-19 Meningkat, Aron Rencanakan Pos di Tapang Semadak

Setelah peraga adat ini didoakan, sebagian disisihkan untuk dipersembahkan kepada leluhur, sebagai ucapan terima kasih atas rejeki dan perlindungan terhadap masyarakat kampung.

“Upacara ini untuk mengusir roh-roh jahat dari segala kampung maupun dusun. Melalui ritual adat ini masyarakat Dusun Kadak dibebaskan dari mala petaka,” kata Kepala Wilayah Dusun Kadak, Mardus.

Baca juga: Tujuh Kecamatan Ini Mendominasi COVID-19 di Ketapang

Acara adat ini dirangkai dengan penyucian diri dan keluarga dengan percikan air yang sudah di doakan. Sebagai simbol mengusir segala sampar penyakit, terutama yang sedang mewabah saat ini yakni Virus Corona.

Setelah acara selesai, Tukang Pomang manyampaikan pantangan yakni tidak boleh mengosumsi tumbuhan yang menyebabkan gatal (miang), tidak boleh menebang pohon selama tiga hari, tidak membawa sayuran dari hutan jenis duri durian ke rumah, dan tidak boleh memakan sayur asam dan asin.

Baca juga: Masjid di Nanga Koman Terbakar Usai Salat Tarawih

Jika pantangan itu dilanggar akan ada mala petaka yang menimpa pelanggar.

Diakhir acara, sesajian yang telah dibuat secara bersama ini dibagi kepada warga kampung untuk dimakan bersama dan boleh dibawa pulang. (TS)