7 Hari Dicari, Warga Hilang di Sungai Sekayam Tak Ketemu

hilang di Sungai Sekayam
Tim gabungan mencari keberadaan warga yang hilang di Sungai Sekayam. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

SANGGAU, RUAI.TV – Tim gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian terhadap seorang warga yang hilang di Sungai Sekayam, Kabupaten Sanggau. Pasalnya, proses pencarian sudah berlangsung selama tujuh hari, dan warga tersebut tak kunjung mereka temukan.

Seorang warga paruh baya, sebelumnya dikabarkan hilang di Sungai Sekayam, di wilaya Desa Entikong, Kecamatan Entikong. Warga tersebut hendak mandi ke sungai, dan tiba-tiba keluarganya menyadari, dia tak kunjung kembali ke rumah.

Baca juga: Hendak Mandi, Warga Entikong Hilang di Sungai Sekayam

Advertisement

Hilangnya warga tersebut, membuat tim gabungan melalakukan proses pencarian, dengan menyusuri kawasan sungai. Mereka telah menelusuri kawasan sungai itu sejak 16 September 2022 lalu.

Tim gabungan terdiri atas Basarnas dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, dan personil TNI-Polri serta warga setempat.

Baca juga: Harga Sawit Terbaru Periode Pertama September 2022

Kasi Pencegahan Bencana BPBD Sanggau, Kristian Hendro, Kamis (22/09/2022) mengatakan, selama tujuh hari tim gabungan melakukan pencarian dengan menyisir kawasan Sungai Sekayam di kawasan Entikong hingga Balai Karangan.

“Penyelaman juga dilakukan di enam titik yang diperkirakan ada kemungkinan korban tersangkut, dalam radius sekitar 300 meter dari titik jatuhnya korban. Kondisi sungai secara umum masih berarus masih deras dan airnya keruh,” papar Kristian Hendro.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Entikong Hendak Kabur ke Malaysia

Dia menyebut, sebagaimana ketentuan UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, jangka waktu pelaksanaan operasi SAR selama tujuh hari. Melewati tenggat itu, operasi pencarian terpaksa harus berhenti jika tim belum menemukan korban.

“Namun, apabila ada informasi dan atau tanda-tanda keberadaan korban, maka pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan akan kami lakukan lagi,” tambah Kristian Hendro. (RED)

Advertisement