KUBU RAYA, RUAI.TV – Kemarau panjang memicu intrusi air laut hingga menjangkau usaha tambak ikan warga. Ratusan juga kerugian diderita pengusaha tambak akibat matinya tiga ton ikan dalam rentang waktu hanya sekitar lima jam.
Peristiwa ini melanda para petambak ikan di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Kenaikan air asin atau intrusi air laut yang masuk ke area budidaya mengakibatkan ribuan ikan mati secara massal.
Menurut pengelola tambak, dampak intrusi air asin ini dirasakan secara luas di sejumlah titik tambak di Kecamatan Rasau Jaya. Proses kematian ikan terjadi sangat cepat dan tidak terduga.
Baca juga:
Air asin dilaporkan mulai naik ke area tambak pada Rabu (09/09/2026) sore hingga malam hari. Hanya dalam waktu sekitar lima jam, seluruh komoditas ikan mas yang berada di keramba tidak dapat bertahan dan mati total.
“Kena ikan mas. Lele juga kena, bawal juga,” ujar Sudianto alias Abu, pengelola tambak setempat.

Hingga Kamis (10/09/2026), kondisi di lokasi tambak warga Desa Rasau Jaya Satu dipenuhi oleh ribuan bangkai ikan yang mengapung. Untuk menghindari dampak buruk yang lebih luas, para pekerja tambak langsung bergerak cepat melakukan pembersihan.
Baca juga:
Kasus ISPA Puskesmas Pahauman Capai 163 Pasien Selama Agustus
Proses pengangkatan dan pemusnahan bangkai ikan ini dilakukan secara maraton sejak malam hari hingga sore hari. Langkah ini mereka lakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan di sekitar area pemukiman dan sumber air warga.
Togi, satu di antara pekerja tambak, menjelaskan, upaya penyelamatan sempat dilakukan saat air asin mulai masuk. Namun, kecepatan penyebaran air laut dan tingkat kematian ikan yang sangat tinggi membuat para pekerja kewalahan.
Kini, fokus utama mereka adalah memusnahkan berton-ton bangkai yang mulai membusuk.
“Biar tidak mencemari lingkungan, ikan yang busuk ini kami timbun di tanah atau dibakar,” kata Togi. (red/hep/ars)















Leave a Reply