Arsip

Tari Jonggan di Gawai Dayak, Ajak Penonton Bersukaria

tarian jonggan
Tarian Jonggan memberi kesempatan penonton Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-37, ikut bersukaria. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Tarian jonggan memeriahkan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-37 di Kompleks Rumah Radakng, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/05/2023) malam. Seorang penyanyi dan delapan penari, tampil di atas panggung dan juga mengajak delapan penonton menari bersama.

PGD merupakan karnaval budaya komunitas Dayak oleh Sekretarian Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kalbar. Gawai bagi komunitas Dayak muncul dari tradisi pesta panen. Gawai merayakan berakhirnya tahun perladangan dan mensyukuri panen yang melimpah.

Baca juga: Gawai Dayak di Pontianak Pererat Persaudaraan Lintas Etnis

Advertisement

Di Kota Pontianak, PGD menjadi karnaval budaya dengan beragam penampilan, termasuk Tarian Jonggan. Selain menggelar berbagai ritual ladat, juag ada display produk lokal, perlombaan permainan tradisional, dan parade budaya lintas etnis.

“Jonggan pertama kali disebarluaskan di Kabupaten Landak pada 1950 sebagai ucapan syukur kepada Jubata atas segala yang terjadi dalam kehidupan mereka. Sehingga jonggan hadir dalam berbagai hiburan seperti saat Naik Dango,” kata Herkulana Suryamasoeka, seorang tokoh perempuan Dayak, yang memberi kata sambutan pada acara ini.

Baca juga: Hutan Lindung dan Tanah Adat 6 Desa Masuk Konsesi Perusahaan

Tarian Jonggan

Penampilan ini oleh Kelompok Jonggan Mamuraja Basaho dari Desa Kayu Taman, Mandor, Kabupaten Landak. Ketua DAD Landak yang juga Ketua DPRD Landak, Heri Saman, yang mendatangkan group jonggan ini.

Tarian jonggan mewarnai suasana perayaan ini. Apa itu jonggan? Jonggan berasal dari bahasa sub etnik Dayak Kanayatn, yang berarti menari atau berjoget.

Syair lagu yang dinyanyikan dalam bahasa daerah, sebagian ada yang tersusun seperti pantun. Gerakannya juga cukup minimalis, namun menyiratkan kegembiraan bersama.

Baca juga: 15 Set Domfeng di 2 Lokasi PETI Sungai Batang Bayan, Pekerja dari Sintang

Penyanyinya bergiliran antara lelaki dan perempuan. Sementara untuk para penari, semuanya perempuan muda, dengan busana seragam khas Dayak dengan kombinasi atasan warna merah dan bawahan hitam, serta selendang putih.

Setiap selesai sebuah lagi, penonton yang ikut menari turun panggung. Berganti dengan penonton lain yang juga ingin ikut menari jonggan. Penonton yang ingin berjonggan, harus mendaftarkan diri kepada panitia dan membayar tiket sebesar Rp 20 ribu per orang.

Penyelengara PGD ke-37 menyiarkan Tarian Jonggan ini secara live streaming di link ini. (RED)

Advertisement