Arsip

Jamaah Umrah Kalbar Telantar di Bekasi, Begini Kisahnya

jamaah telantar
Para Jamaah Umrah asal Kalbar yang telantar di Bekasi, Jawa Barat. Foto: IST/ruai.tv
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Sebanyak 36 Jamaah Umrah asal Provinsi Kalbar, telantar dan belum bisa berangkat ke Tanah Suci. Para Jamaah ini berasal dari wilayah Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang.

Alih-alih berangkat ke Tanah Suci, mereka justru telantar di wilayah Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Hingga Jumat (24/03/2023), sudah belasan hari mereka telantar dan kebingungan karena tak jelas nasibnya.

Perwakilan Jamaah asal Kecamatan Pemangkat, Sambas, Riyadi, Jumat malam, mengatakan, sebuah perusahaan Travel Umroh menjanjikan keberangkatan pada 10 Maret 2023. Rute keberangkatan dari Pontianak menuju Jakarta dan berlanjut ke Jedah, Arab Saudi.

Advertisement

Baca juga: Saran Ketua DMI Pontianak untuk Sejahterakan Masjid

“Nyatanya, tanggal 10 itu kami berangkat siang (dari daerah masing-masing), baru tiba di Pontianak malam hari. Menginap selama tiga malam di Pontianak,” tutur Riyadi.

Berikutnya, para Jamaah ini terbang dari Bandara Internasional Supadio di Kubu Raya, Kalbar menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Provinsi Banten. Setelah mendarat, masih harus menunggu empat sampai lima jam, baru ada pihak Travel Umrah menjemput.

Riyadi mengisahkan, seseorang bernama Erna Alinafiah menjanjikan keberangkatan pada 10 Maret 2023. Erna Alinafiah mengaku sebagai Marketing Manager sebuah perusahaan Travel Umrah.

Baca juga: Kakanwil Kemenag Kalbar, Tiba dari Bandara Langsung Syuting

Namun, setelah para Jamaah mengecek ke bagian travel, ternyata Erna sudah tidak bekerja di perusahaan itu lagi. Setelah itu malah muncul seseorang bernama Firman, yang menjemput para Jamaah di Bandara Soekarno Hatta.

Jamaah Telantar

Firman membawa para Jamaah ini menginap di Tempat Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia di wilayah Bekasi. Setelah menginap di tempat itu, mereka pindah ke penginayan Oyo di wilayah Bekasi Timur.

Hingga Jumat, 24 Maret 2023, sudah 14 hari mereka berada di sana dalam ketidakpastian. Sebab, perusahaan Travel Umrah itu semakin tak jelas keberadaannya.

Baca juga: Kemenag Kalbar Gandeng Media Beri Edukasi Rawat Keberagaman

Riyadi mengatakan, Firman pernah berjanji akan memberangkatkan para Jamaah ke Tanah Suci. Lagi-lagi, janji itu tak kunjung terealisasi.

“Firman berjanji mau datang ke penginapan kami di Oyo. Tapi tidak datang. Saya rasa dia penipu,” kesal Riyadi.

Sebanyak 36 jamaah masih berharap itikad baik dari Erna dan Firman untuk memberangkatkan mereka ke Tanah Suci untuk Ibadah Umrah. Tetapi apabila memang tak bisa berangkat, mereka minta uang yang telah mereka bayar, kembali utuh.

Sebelumnya, para Jamaah telah melakukan pembayaran ke perusahaan Travel Umrah itu. Jumlahnya dalam kisaran Rp 34 juta hingga Rp 38 juta. Bahkan, di antara Jamaah, ada yang sudah melunasi pembayaran sebelum terjadinya pandemi COVID-19. (TS/RED)

Ikuti terus update berita Jamaah Umroh Kalbar Telantar di Bekasi di link ini.

Advertisement