Institut Dayakologi, Pusat Advokasi dan Transformasi Kebudayaan Dayak

Kantor Institut Dayakologi di Pontianak. Foto: IST/ruai.tv

PONTIANAK, RUAI.TV – Tahun ini, Institut Dayakologi (ID) sedang menapak tahun ke-30 kiprahnya. Sejumlah agenda dibuat untuk menandai capaian ini.

Krissusandi Gunui’, Direktur Eksekutif Institut Dayakologi dalam keterangan pers pada Jumat (21/05/2021) yang berlangsung offline dan online, mengatakan, kata “Dayak” yang dulunya digunakan untuk sebutan yang serba negatif, sekarang diakui sebagai identitas sosial, budaya dan penduduk asli Pulau Borneo.

Baca juga: 30 Tahun Institut Dayakologi, Ini Tujuh Kegiatan Utamanya

Komunitas adat ini terdiri dari berbagai kelompok suku dan subsuku yang beragam. Di antara penandanya, ada perbedaan khas satu sama lain, misalnya dari segi bahasa.

“Dalam perspektif identifikasi diri, seperti hasil riset etnolinguistik ID (1997-2008) menunjukkan, di Kalimantan Barat saja terdapat 151 sub suku dengan 168 kelompok bahasa,” papar Gunui’.

Baca juga: Bertambah, Konfirmasi Meninggal di Sekadau Jadi 19 Kasus