38 Ribu Pelaku UMKM Pontianak, Begini Kondisi Mereka

UMKM di Pontianak
Peninjauan stand-stand UMKM di Alun-alun Kapuas Pontianak. Foto: Prokopim/ruai.tv
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Pontianak mencapai lebih dari 38 ribu orang. Jumlah ini mencakup pula pelaku usaha ultra mikro.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai, pertumbuhan UMKM ini menunjukkan peningkatan. Terlebih adanya PT (Persero) Permodalan Nasional Madani (PNM), yang memberikan dukungan pembiayaan mikro.

Hal ini turut mendorong terjadinya pertumbuhan UMKM di Kota Pontianak. Dukungan permodalan tersebut membuat UMKM lebih maju dan naik kelas. Dari yang ultra mikro menjadi mikro, kecil hingga menengah bahkan besar.

Advertisement

Baca juga: Forum Satu Data di Pontianak Sediakan Kemudahan Akses

“Alhamdulillah PMN berperan banyak dalam membantu pembiayaan terutama ibu-ibu pelaku usaha ultra mikro untuk menjadi entrepreneur,” kata Edi, saat membuka Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PT PNM di Taman Alun Kapuas, Kamis (09/06/2022).

UMKM di Pontianak

Para pelaku UMKM ini mendapat pembinaan-pembinaan termasuk inkubator bisnis. Sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Aspek pembinaan itu mencakup produk, baik dari sisi kualitas, higienitas, bahan baku, packaging, hingga pemasaran dan permodalan.

“Yang paling penting adalah bagaimana keberlangsungan usaha itu berkembang, dari yang tadinya ultra mikro menjadi mikro dan seterusnya,” ujar Edi.

Baca juga: 23 Pilkades Serentak di Sanggau Tanpa Sengketa

Pemasaran menjadi bagian terpenting dalam pengembangan UMKM. Tidak hanya mengandalkan penjualan langsung atau offline, juga merambah ke online.

UMKM tidak bisa bergerak sendiri, sehingga memerlukan aksi kolaboratif. Sebagai contoh, pelaku UMKM memproduksi satu jenis makanan, kemudian memasarkannya lewat rumah oleh-oleh yang menampung produknya.

“Orang cukup datang di satu tempat oleh-oleh tapi makanan yang dijual lengkap atau istilahnya one stop service,” ujar Edi.

Baca juga: 83 Sipir Penjara di Pontianak Jalani Tes Urin

Berbagai tantangan masa kini harus menjadi konsentrasi para pelaku UMKM. Mulai dari bahan baku, mindset, pemasaran, hingga permodalan. Meskipun kualitas produk baik, namun jika pemasarannya tidak maksimal, sulit bersaing dengan produk lainnya.

“Oleh sebab itu kita perlu menjalin kerjasama dengan retail-retail modern,” tegas Edi.

Pemimpin Cabang PT PNM (Persero) Pontianak, Cipta Tarwono menjelaskan, dari jumlah nasabah yang menerima bantuan permodalan dari PT PNM sebanyak 80 ribu nasabah. Sedangkan nominal pembiayaan mulai dari kisaran Rp2 juta hingga Rp10 juta yang ditujukan pelaku usaha ultra mikro.

Baca juga: Pontianak Pelajari Kain Tenun Sambas

“Kalau untuk naik kelasnya lebih dari Rp10 juta hingga maksimal Rp19 juta. Artinya, naik kelas dari ultra mikro ke mikro,” kata Cipta.

Lewat pembiayaan yang digelontorkan PT PNM, pihaknya menargetkan lima persen usaha ultra mikro naik kelas menjadi mikro. Atau dengan asumsi, rerata usaha ultra mikro harus bisa naik kelas 1.000 hingga 2.000 menjadi mikro.

“Dengan demikian pertumbuhan UMKM tersebut juga memberikan dampak terhadap perekonomian,” katanya. (*/RED)

Advertisement