DAD dan MABM Jatuhkan Sanksi Adat

Acara adat untuk memberi sanksi pekerja PETI yang merusak fasilitas Kantor Camat Mahap. Foto: IST/ruai.tv

SEKADAU, RUAI.TV – Dewan Adat Dayak (DAD) bersama Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kecamatan Nanga Mahap, kabupaten Sekadau, memberikan sanki adat kepada pekerja Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang melakukan aksi anarkis di Kantor Camat Nanga Mahap pada 29 Juni 2021 lalu.

Sanksi tersebut bernama Adat Pamamar Darah dan Adat Pengambilan Semongat. Mereka menggelar acara adat itu di Kantor Camat Nanga Mahap, Sabtu (31/07/2021).

Ketua III DAD Kecamatan Nanga Mahap, Antonius Anton Unuk, menjelaskan, mereka menjatuhkan sanksi ada kepada pendemo, lantaran aksi mereka saat itu dinilai tidak beradat. Aksi tersebut membuat pegawai kantor camat dan masyarakat sekitarnya trauma, bahkan ada yang sakit.

Baca juga: Akibat Aksi PETI, Alat Perekam KTP-El di Nanga Mahap Rusak

“Acara adat Pamamar Darah dan pengambilan semongat bagi para pegawai kantor camat bersama Pak camat, yang trauma dan ketakutan karena ada demo secara tidak beradat dan anarkis yang dilakukan oleh para pendemo dari para penambang PETI,” jelas Antonius Anton Unuk kepada ruai.tv, Minggu (01/08/2021) sore.

(Baca selanjutnya dengan klik pages 2)