11 Pelajar SMP dan SMA Terlibat Prostitusi Online di Pontianak

Sebagian pelaku prostitusi online saat berada di Mapolsek Pontianak Selatan, Rabu (31/03/2021) malam. Foto: DOK/ruai.tv

PONTIANAK, RUAI.TV – Sebanyak 22 orang diamankan petugas gabungan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, bersama anggota Kepolisian Sektor Pontianak Selatan, Rabu (31/03/2021) sekitar pukul 20.15 WIB.

Petugas menemukan mereka di empat kamar sebuah hotel di kawasan Pontianak Selatan. Mereka langsung dibawa ke Mapolsek Pontianak Selatan, karena diduga terlibat jaringan prostitusi online.

Baca juga: Jaringan Prostitusi Online di Pontianak Sasar Anak Bawah Umur

Dari 22 orang, 18 di antaranya merupakan anak di bawah umur 17 tahun.

Komisioner KPPAD Kalimantan Barat, Alik R. Rosyad, mengatakan, di antara pelaku prostitusi online ini ada yang sudah pernah ditangkap petugas dengan kasus yang sama.

Baca juga: Lagi, 10 Orang Terlibat Prostitusi Online, Satu Warga Sekadau

“Dari 22 orang itu, 13 laki-laki dan 9 perempuan. Dari 13 laki-laki, 10 merupakan anak di bawah umur. Dan dari 9 perempuan, 8 anak di bawah umur. Ada yang masih sekolah sebanyak 11 orang, 6 pelajar SMP dan 5 pelajar SMA,” kata Alik.

Polisi mengatakan, beberapa di antara mereka merupakan pelaku kambuhan, pernah tertangkap dalam razia yang dilakukan oleh tim gabungan sebelumnya.

Baca juga: 10 Anak Bawah Umur Terlibat Prostitusi Online di Pontianak

Saat petugas mendatangi hotel itu, mereka berada di empat kamar. Ada 18 anak di bawah umur beserta empat orang dewasa, yang diduga sedang menunggu pelanggan.

Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pontianak Timur, anak-anak di bawah umur ini dititipkan di shelter anak milik Pemerintah Kota Pontianak.

Baca juga: Ngakak Hingga Miris, Reaksi Warganet Soal Prostitusi Online

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Leo Joko Triwibowo mengatakan, laporan masyarakat menyebutkan, adanya aktivitas mencurigakan di sebuah hotel di kawasan itu. Masyarakat melihat adanya anak-anak di bawah umur yang sedang berada di dalam kamar.

Sayangnya, ada 18 orang lainnya yang melarikan diri dari sergapan petugas. (DIK)