Penjualan Aksesoris Imlek di Ketapang Turun Drastis

Penjualan aksesoris Imlek di Ketapang, Kalimantan Barat turun drastis akibat pandemi. Foto: Agustiandi/ruai.tv

KETAPANG, RUAI.TV – Kondisi pandemi akibat Covid-19 yang belum kunjung berakhir mengakibatkan bisnis aksesoris Imlek di Ketapang, Kalimantan Barat, terlihat lesu. Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah pembeli sangat berkurang.

Seperti terlihat di kawasan pertokoan Jl Merdeka, Ketapang, beberapa toko yang menjual aksesoris dan pernak-pernik khas Imlek tampak sepi. Beberapa pedagang mengaku, omset penjualan tahun ini jauh menurun dibanding tahun lalu.

“Tahun ini karena korona dan isu yang lain, turun drastis. Pembeli sih tetap ada tapi dibandingkan tahun sebelumnya jauh sekali. Tahun ini agak susah,” tutur Dessy, satu di antara pedagang aksesoris kepada ruai.tv

Baca juga:

Seribu Lampion Sambut Imlek di Pontianak

Imlek Saat Pandemi, Rekatkan Keluarga

Komunitas Sepeda Motor di Putussibau Bersihkan Kelenteng

Bahkan penurunan omset penjualan bahkan mencapai sekitar 80 persen. Larangan pemerintah untuk merayakan Cap Go Meh (hari ke-15 setelah Imlek) dirasakan turut menyebabkan sepinya transaksi.

Kondisi yang sudah diperkirakan akan sepi, membuat para pengusaha tidak berani mempersiapkan stok barang dalam jumlah besar. (AGU)