PONTIANAK, RUAI.TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming meminta langkah cepat untuk mengatasi karhutla serta melindungi masyarakat terdampak.
Wapres Gibran menyampaikan arahan tersebut kepada Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau Posko Penanganan Darurat Karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).
Gibran meminta BNPB memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan yang terpapar asap. Ia juga meminta kawasan sekitar sekolah menjadi prioritas penanganan karhutla untuk menjaga keselamatan anak sekolah.
Pemerintah juga perlu mengoordinasikan rencana pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) bersama keluarga murid. Selain itu, Gibran meminta BNPB memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) setiap kali muncul potensi pertumbuhan awan yang memungkinkan proses penyemaian.
Kondisi karhutla di Kalimantan Barat turut menjadi perhatian. Data penanganan per 8 September 2026 mencatat paparan kabut asap serta kadar PM 2,5 pada level berbahaya. Jarak pandang juga turun hingga kurang dari satu kilometer.
Kondisi tersebut turut berkaitan dengan 1.337 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada 14 kabupaten/kota. Pemerintah juga memperpanjang pelaksanaan pembelajaran dari rumah (BDR) bagi anak sekolah pada 7 hingga 11 September 2026.
BNPB kemudian mengerahkan 15.091 personel gabungan untuk menangani karhutla melalui jalur darat. Kekuatan tersebut melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, DLHK, perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Tim gabungan menyasar 31 titik api prioritas melalui pembasahan gambut hingga lapisan dalam, pendinginan, serta penyisiran titik asap. Petugas juga menyiapkan tandon air dan embung buatan pada kawasan yang minim sumber air.
Upaya tersebut menggunakan ratusan rol selang penyalur air, mesin pompa mini dan medium, serta waterax. Dari total luas lahan terbakar sekitar 691,74 hektare, tim gabungan mampu menangani sekitar 155,96 hektare pada sejumlah wilayah prioritas, antara lain Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, dan Singkawang.
BNPB juga mengerahkan kekuatan udara melalui dua helikopter patroli dan sembilan helikopter water bombing. Armada tersebut mencakup unit Super Puma, Sikorsky Black Hawk, dan Mi-17.
Keterbatasan jarak pandang sempat menunda penerbangan dari Supadio Base. Namun, operasi udara tetap berjalan dari Ketapang Base menggunakan helikopter Sikorsky EH-60A dan Mi-17-IV.
Kedua helikopter itu menjatuhkan 520.000 liter air melalui 84 kali penyiraman pada kawasan Desa Sungai Pelang, Negeri Baru, dan Sungai Besar.
BNPB juga memperkuat OMC menggunakan tiga pesawat, yakni satu Cassa NC-2121 TNI AU dan dua Cessna Grand Caravan. Pesawat tersebut menyemai bahan NaCl pada sejumlah potensi pertumbuhan awan di wilayah Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, Melawi, Ketapang, dan Kayong Utara.
Operasi tersebut menghasilkan hujan berintensitas sedang hingga tinggi pada sejumlah wilayah terdampak karhutla.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan komitmen BNPB untuk terus mengerahkan seluruh sumber daya dalam operasi penanganan darurat karhutla.
“BNPB terus memobilisasi seluruh sumber daya darurat, melengkapi APD serta sarana prasarana personel darat, dan menyelaraskan langkah operasional di lapangan,” ujarnya.
BNPB juga memperkuat sinergi bersama kementerian/lembaga, TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan karhutla dan dampaknya, terutama bagi masyarakat serta kelompok rentan. (RED/rls)















Leave a Reply