Insentif Nakes, Wali Kota Bantah Teguran Mendagri Tito

tempat khusus perawatan COVID-19_unsplash.com_ruai.tv
Ilustrasi: unsplash.com

PONTIANAK, RUAI.TV – Para tenaga kesehatan (nakes) di Kota Pontianak telah menerima sebagian insentif atas jasa pelayanan mereka. Namun untuk semester pertama, jumlahnya baru 50 persen atau senilai Rp 6,9 miliar.

Sementara jumlah keseluruhan insentif itu Rp 13,8 miliar di tahun anggaran 2021. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pembayaran insentif sempat mengalami keterlambatan, karena masalah teknis data SPJ dari puskesmas ke Dinas Kesehatan.

Termasuk akibat perubahan petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, yang turut berpengaruh pada proses pembayarannya.

Baca juga: 15,3 Juta Dosis Dua Vaksin Ini Tiba di Tanah Air

Kota Pontianak termasuk satu dari 10 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapat teguran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, sebagaimana dikutip sejumlah media massa. Teguran ini karena 10 daerah dianggap belum membayarkan insentif para nakes. Namun, kata Wali Kota Edi, belum ada surat resmi mengenai teguran itu.

“Kami lakukan secara prosedural, akuntabel, dan perlu kehati-hatian serta tidak sembarangan. Sebab jika ada pemeriksaan kemudian terjadi kesalahan dalam pembayaran, maka disuruh kembalikan, kasihan nakesnya,” jelas Edi melalui keterangan pers, Selasa (31/08/2021).

Baca selanjutnya dengan klik pages 2