Tatung Cap Go Meh Bengkayang Hanya Beratraksi di Halaman

Andi, satu di antara tatung di Bengkayang. Foto: Stepanus Robin/ruai.tv

BENGKAYANG, RUAI.TV – Meski masih dalam kondisi pandemi, ritual tatung tetap digelar di Kota Bengkayang pada perayaan Cap Go Meh nanti. Namun panitia memastikan ritual ini tetap mematuhi protokol kesehatan.

Itu sebabnya, ritual tatung tidak diselenggarakan di jalanan umum. Hanya terbatas di sekitar halaman kelenteng.

Baca juga: Tak Ada Lampion Imlek di Kota Bengkayang

Seorang tatung di Bengkayang, Andi, memastikan, tidak ada parade atau pawai tatung di jalanan, seperti tahun-tahun sebelumnya. Atraksi itu hanya digelar di halaman kelenteng, dan setiap orang yang mau menyaksikan, wajib mengenakan masker.

“Tatung ini tradisi dari nenek moyang kami yang tidak bisa kami hilangkan, dari awalnya sudah kayak gitu. Tapi karena sekarang masih pandemi, tetap kami patuhi protokol kesehatan,” kata Andi kepada ruai.tv, Rabu (24/02/2021).

Baca juga: Konyen, Apa Sih Artinya?

Suasana jelang perayaan Cap Go Meh di Kota Bengkayang mulai terlihat dengan dipasangnya umbul-umbul. Petugas klenteng telah membersihkan altar dan tandu yang agak digunakan.

Cap Go Meh merupakan perayaan puncak hari ke-15 setelah Imlek. Sementara tatung merupakan orang yang memiliki talenta khusus, yang saat beratraksi dirasuki roh-roh dan bisa kebal senjata tajam. (ROB/SVE)