Sudah 15 Tahun, Ritual Nyabakng Tanpa Penerus

Bagian dari ritual makak sawak Komunitas Dayak Bakatik di Dusun Semadun. Foto: DOK/ruai.tv

BENGKAYANG, RUAI.TV – Sudah 15 tahun, komunitas Dayak Bakatik di Dusun Semadun tak lagi menggelar ritual nyabakng. Hal ini disebabkan sudah tidak ada lagi generasi penerus yang sanggup menggelar ritual tersebut.

Namun kini, masyarakat Dusun Semadun, Desa Pisak, Kecamatan 17, Kabupaten Bengkayang, membangkitkan kembali tradisi tersebut, meski dengan bentuk lain. Mereka menggelar ritual adat “makak sawak” sebagai bentuk ucapan syukur atas panen padi.

Ritual nyabakng sendiri sebenarnya berupa upacara adat memandikan atau membersihkan tengkorak kepala manusia. Tengkorak kepala itu merupakan hasil mengayau oleh para leluhur di masa lalu, yang disimpan di Rumah Adat Pongo.

Baca juga: Bangun Irigasi, Petani Tayan Hulu Gelar Ritual Adat Ngudas

Namun, kali ini tradisi tersebut dilakukan secara berbeda. Upacara doa digelar, sebagai pengganti ritual nyabakng.