Ini Angka Putus Sekolah di Bengkayang Selama Pandemi

Ini Angka Putus Sekolah di Bengkayang Selama Pandemi
Pelaksanaan vaksinasi pelajar di Bengkayang, untuk mencapai kekebalan komunal. Foto: DOK/ruai.tv

BENGKAYANG, RUAI.TV – Angka putus sekolah akibat pandemi COVID-19 di Kabupaten Bengkayang bertambah. Namun persentasenya berkisar di angka tiga persenan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, Senin (21/02/2022), mengatakan, pelajar putus sekolah terjadi di semua jenjang pendidikan. Dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Data yang tersedia baru untuk kurun waktu 2021. Sepanjang tahun ini, rerata angka putus sekolah sebesar tiga persen.

Baca juga: 181 Kepsek Baru se-Melawi, Hasil Rotasi Besar-besaran

“Memang, ada peningkatan jumlah angka putus akibat pandemi COVID-19. Masalah ini menjadi perhatian kami, tentu bersama stakeholder lainnya,” kata Heru Pujiono.

Dia menjelaskan, banyaknya pelajar putus sekolah di masa pandemi, akibat proses belajar yang terpaksa harus dari rumah. Selain itu juga karena kurangnya sosialisasi dari orangtua dan guru.

“Dan juga karena dengan ekonomi keluarga menurun akibat dampak pandemi. Kondisi ini membuat beberapa pelajar terpaksa berhenti sekolah,” ujar Heri Pujiono.

Baca selanjutnya dengan klik pages 2 atau KLIK di SINI!